Washington, Gontornews – Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Miroslav Lajcak, sebagaimana dilansir Reuters, menolak untuk menanggapi pernyataan Trump soal negara-negara pendukung Palestina.
“Ada hak dan tanggung jawab negara-negara anggota untuk mengekspresikan pandangan mereka,” ujarnya.
Senada dengan Lajcak, Jurubicara Sekjen PBB, Antonio Guterres juga menolak untuk menanggapi pernyataan presiden pengganti Barack Obama itu.
Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam negara-negara yang menyetujui resolusi PBB yang meminta AS agar menarik keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Palestina.
“Mereka mengambil ratusan juta bahkan miliaran dolar (dari bantuan yang kami tawarkan), lantas mereka memilih untuk melawan kita? Kami melihat suara itu. Kami akan membiarkan mereka memilih untuk melawan kami. Dengan itu, kami akan menghemat pengeluaran kami. Kami tidak peduli,” ungkap Trump di Gedung Putih, Rabu (20/12).
Sebelumnya, pada hari Kamis lalu PBB mengadakan pertemuan darurat untuk membahas rancangan resolusi yang diajukan negara-negara Arab dan negara mayoritas Muslim terkait penetapan Yerusalem sebagai ibukota Israel oleh AS. Resolusi tersebut diajukan oleh perwakilan Mesir di PBB.
Sejauh ini 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB masih belum menyampaikan pendapatnya.
Menurut laporan dari Badan Bantuan Pemerintah AS, USAID, AS telah mengeluarkan sekitar 13 miliar dolar AS ke negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara; 6,7 miliar dolar ke negara-negara di Asia Selatan dan Asia Tengah;1,5 miliar dolar ke negara-negara Eropa dan 2,2 miliar ke negara-negara Barat sepanjang tahun 2016. [Mohamad Deny Irawan]





















