Makassar, Gontornews — Anggota Komisi III DPR RI Erma Suryani Ranik kaget mendengar pengakuan dari masyarakat Makassar terkat keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) khususnya Cina. Dalam kunjungan kerja (kunker) Desember di Sulawesi Selatan kali ini, ia mendapat informasi bahwa Makassar sebagai ibukota Sulsel menjadi pintu masuknya TKA Cina di wilayah Indonesia Timur.
Di Kalbar, terangnya, banyak kerja perusahaan maupun pemda yang melakukan kerjasama dengan Tiongkok yang paket pekerjaannya ditangani TKA.
“Namun yang saya herankan ternyata TKA itu bukan semuanya skill workers tapi kelas pekerja kasar atau bangunan,” katanya di sela-sela kunker di Makassar, seperti dilansir laman dprri.
Untuk itu Erma mengusulkan supaya DPR segera membentuk Pansus pengawasan TKA, tidak hanya dari Tiongkok/Cina tapi juga negara lain. Khusus TKA Tiongkok, lanjutnya, kedatangannya ke Indonesia begitu massif dan tinggal di sejumlah daerah di Indonesia.
“Kalau ini dibiarkan, saya tak mau Indonesia mengalami seperti negara Afrika yang bisa dicek melalui TV Intenational Geografic, karena ada paket pekerjaan yang begitu dalam dengan kerjasama ada orang-orang Tiongkok di pasar tradisional Afrika mereka jualan ayam. Nanti orang kita dapat pekerjaan apa,” tandas polisisi Partai Demokrat ini.
Menurutnya, pembentukan Pansus TKA sudah mendesak, jangan sampai kehadiran pekerja Cina ini kian merajalela dan meresahkan bangsa Indonesia. Selama ini, lanjutnya, TKA Cina datang dengan visa turis atau karena bebas visa, bisa tinggal dan melakukan aktivitas bisnis dan bisa mengambil alih pekerjaan yang mestinya dinikmati orang Indonesia.
“Saya berharap Panja bisa ditingkatkan menjadi Pansus. Imigrasi hanya salah satu unsur saja. Ini persoalan besar. Leading sectornya bukan di imigrasi, di Kemenristek karena kerjasama teknologi, Kemenneg BUMN terkait kerja sama G to G serta ada juga Kemendikbud,” papar politisi dari dapil Kalbar ini. [Ahmad Muhajir/Rus]




















