Roma, Gontornews — Ratusan Muslim menggelar shalat Jumat di dekat Colosseum Roma sebagai protes atas penutupan lima masjid dan tempat ibadah lainnya di Italia. Kaum Muslim ini merasa tidak mendapatkan perlakuan yang adil dan tidak diberi kebebasan untuk melaksanakan keyakinan mereka di negara itu.
Dilansir Al Jazeera, Sabtu (22/10), protes ini digelar menyusul penutupan sebanyak lima masjid dengan alasan administrasi. Para jamaah shalat Jumat ini duduk bersimpuh di atas sajadah beberapa meter dari Colloseum. Sejumlah spanduk bertuliskan ‘Perdamaian’ dan ‘Buka Masjid’ juga terpampang melengkapi aksi demonstrasi ini.
Komunitas Muslim Italia menduga pemerintah daerah menanggapi iklim ketidakpercayaan terhadap Muslim yang sedang melanda Eropa. Banyak rumah ibadah umat Islam ditutup dengan mengatasankan permasalahan sepele. Misalnya, jumlah toilet di tempat tertentu. Selain itu, komunitas Muslim juga mengeluhkan masjid-masjid yang telah dicap ilegal oleh pemerintah untuk berbagai pelanggaran bangunan.
Francesco Tieri, seorang mualaf yang bertindak sebagai koordinator sejumlah kelompok Islam, mengaku orang-orang tengah menunjuk jari kepada umat Islam. Ia merasa, tidak ada kemauan politik untuk mengakui keberadaan mereka, dan Muslim merupakan masyarakat yang damai.
“Kami terpaksa menyewa tempat untuk beribadah, yang bagi kami seperti menghirup udara, dan jika kami tidak bisa melakukannya kami akan mati,” kata Tieri, seperti dilansir Arab News, Ahad (23/10).
Menurut angka resmi, ada lebih dari 800 ribu Muslim yang tinggal di Italia secara hukum, dan diperkirakan 100 ribu yang tinggal tidak memiliki surat-surat resmi. Memiliki lebih dari 1,5 persen populasi, menjadikan Islam sebagai agama kedua terbesar di Romawi setelah Katolik.
Namun, tiba-tiba Islam tidak diakui sebagai agama resmi di sejumlah daerah di Italia, tidak seperti Yahudi atau Mormon. Banyak Muslim dari Afrika utara dan Asia selatan merasa mendapatkan diskriminasi, baik atas dasar ras maupun agama. [Fathurroji/Rus]




















