Quebec City, Gontornews – Enam orang dikabarkan tewas setelah terjadi penembakan di Masjid Quebec City, Montreal, Kanada, Ahad (29/1). Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau menyebut penyerangan ini sebagai serangan teroris terhadap Muslim.
Otoritas keamanan setempat mengatakan, dua tersangka ditangkap tanpa menjelaskan apa motif dari penyerangan tersebut.
Seorang saksi menjelaskan, tewasnya 5 orang oleh tiga orang bersenjata yang menembak secara brutal terhadap 40 orang pengunjung Pusat Kebudayaan Islam di Kota Quebec. Meski demikian, Polisi hanya mengonfirmasi dua tersangka yang terlibat dalam insiden tersebut.
“Enam orang dipastikan tewas, korban berusia 35-70 tahun,” kata jurubicara Polisi Kota Quebec, Christine Coulombe, sebagaimana dilansir Reuters. Coulombe juga menyebut bahwa delapan lainnya terluka dan 39 lainnya mengalami cedera ringan.
Mohamde Yangue, ketua Masjid Quebec, yang tidak mengetahui dengan pasti kejadian tersebut lantas bertanya kepada orang yang berada di dalam masjid. “Mengapa ini terjadi di sini? Ini tindakan barbar,” katanya.
Perdana Menteri Trudeau mengatakan, Pemerintah Kanada mengutuk kejadian tersebut.
“Kami mengutuk serangan teroris yang dialami umat Islam di pusat ibadah dan tempat berlindung,” katanya.
Aksi penembakan ini terjadi tidak lama setelah Trudeau mengumumkan akan menyambut baik kedatangan imigrasi Muslim asal Suriah untuk masuk ke wilayahnya. Pengumuman ini merupakan antitesa dari kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengeluarkan kebijakan pelarangan masuknya imigran Muslim asal Suriah. [Mohamad Deny Irawan/Rus]




















