Jakarta, Gontornews — Massa masih bertahan sekitar istana. Mereka tetap minta Presiden Jokowi hadir menerima aspirasi. Aparat berusaha membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.
Sebagian massa mundur tak tahan. Sebagian lain masih mencoba bertaha meski dengan menahan pedih. Mereka mencoba bertahan karena kiai pimpinan mereka masih bertahan.
Entah siapa pelakunya, tiba-tiba mobil truk polisi terbakar. Api membumbung tinggi. Massa dan aparat mulai terlibat kericuhan.
Dari berbagai penjuru Indonesia padati Jakarta untuk aksi damai 4 November 2016. Hingga saat ini sebagian masa demo masih memadati Jakarta. Berdasarkan pantauan Gontornews sekitar pukul 18.30 di Masjid Istiqlal masih ramai dengan masa demo. Baik di dalam masjid maupun luar masjid
Ada yang sedang istirahat, shalat maghrib dan menunggu shalat Isya. Selain itu mereka juga ada yang menunggu temannya untuk pulang.
Hingga waktu Isya Masjid Istiqlal juga masih dipadati masa yang berasal dari beberapa daerah. Ada yang berasal dari Medan, Banjar dan Sukabumi serta beberapa daerah yang lainnya. Bahkan mereka ada yang berangkat dari daerahnya malam hari.
Adalah Tirta salah satu santri dari salah satu pesantren di Sukabumi mengatakan dirinya berangkat dari Sukabumi pukul 12.00 sampai di Jakarta pukul 03.00. Ia ke Jakarta bersama 15 temannya. “Saya dari Sukabumi bersama 15 temannya. Tapi masih banyak lagi yang dari Sukabumi yang ikut demo,” tuturnya kepadaGontornews.com
Lanjut ia mengatakan tadi ada salah satu yang nyusup dan memprovokasi hingga ada kerusuhan. Hingga ada gas air mata yang menembak kerumunan mas. Tapi alhamdulillah sudah reda karena FPI berhasil melerai. Yang menyusup itu berbaju HMI. Tapi entah ia betul-betul dari HMI atau bukan.
Satu lagi seorang bapak-bapak bersama 60 teman lainnya juga masih berada di kawasan Istiqlal. “Saya bersama 60 teman lainnya. Berangkat dari Banjar pukul 22.00 sampai Jakarta subuh tadi,” ujarnya kepada Gontornews
Ia mengatakan dirinya berangkat ke Jakarta ikut demo karena panggilan hati untuk menuntut keadilan. “Ya karena dia benar-benar menghina agama,” katanya. (Muh Khaerul Muttaqien)


















