Tunis, Gontornews — Para politisi dan masyarakat sipil Tunisia menyatakan penolakannya atas rencana kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), ke Tunisia.
Seperti dirilis Aljazeera, kunjungan itu merupakan bagian dari lawatan pertama MBS di luar negeri sejak kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, yang secara luas dituduhkan pada MBS.
Saida Qarash, juru bicara pemerintah Tunisia, mengonfirmasi kunjungan MBS pada 27 November melalui stasiun radio lokal.
MBS tiba di Abu Dhabi pada Kamis malam dan akan mengunjungi negara-negara lain di kawasan itu, termasuk Bahrain dan Mesir, di mana dia akan disambut hangat oleh para pemimpin sekutunya, di tengah kemarahan internasional atas pembunuhan Khashoggi.
MBS juga akan menghadiri KTT G20 di Argentina pada akhir bulan ini, di mana ia kemungkinan akan bertemu langsung dengan para pemimpin dunia, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang secara implisit menuduh putra mahkota berada di balik pembunuhan itu.
Pengadilan Kerajaan Saudi mengatakan, lawatan MBS ke berbagai negara itu sesuai arahan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. Kunjungan itu dimaksudkan untuk memperkuat hubungan Saudi secara regional dan internasional. [Rusdiono Mukri]






















