pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 14 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Membersamai Prof Suteki Melawan Ketidakadilan

Oleh : Dr. Ahmad Sastra, Ketua Divisi Riset dan Literasi Forum Doktor Islam Indonesia

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
10 July 2019
in Nasional
0
Membersamai Prof Suteki Melawan Ketidakadilan

Siapa yang tidak mengenal Profesor Suteki ?. Beliau adalah dosen dan pakar Pancasila yang kini mendapat tuduhan jahat sebagai anti Pancasila oleh lembaga intelektual yang sudah terkooptasi oleh kepentingan politik pragmatis. Ironi negeri ini memang sering memalukan, seorang profesor Pancasila yang telah mengabdi 24 tahun, namun justru dituduh anti Pancasila oleh pihak yang mungkin justru tidak paham Pancasila.

Bencana akademik ini berawal dari kesediaan Prof. Suteki menjadi saksi ahli dalam forum resmi pengadilan atas perkara yang melibatkan ormas HTI. Kapasitas kepakaran ini beliau sampaikan dalam forum resmi, baik Mahkamah Konstitusi saat proses Yudisial Review Perppu Ormas maupun dalam siding PTUN Jakarta dalam perkara sengketa TUN akibat pencabutan SK BHP ormas Islam HTI, tepatnya pada tanggal 23 Oktober 2017 yang lalu.

Penulis masih ingat saat rezim dengan pongahnya menerbitkan perppu ormas yang akhirnya berhasil juga mencabut BHP HTI di tengah teriakan rezim tentang demokratisasi. Adalah paradoksal, disatu sisi meneriakkan kebebasan, namun disisi lain memberangus kebebasan rakyat untuk berfikir dan memberikan analisa atas karut marut bangsa ini. Sebab esensi gagasan yang dibawakan HTI adalah nilai-nilai Islam yang bisa menyelesaikan persoalan fundamental bangsa akibat hegemoni ideology kapitalisme secular maupun komunisme ateis.

Namun sayang, negara yang selalu membanggakan sebagai negara hukum justru mempersekusi seroang profesor ahli hukum yang sedang menjalankan tugas konstitusi sesuai keahliannya. Akrobat politik pemerintah ini dinilai sangat menciderai rasa keadilan masyarakat. Namun yang lebih oronis lagi adalah saat lembaga akademik yang semestinya memiliki independensi intelektual latah ikut mempersekusinya. Semestinya kampus sebagai panggung besar intelektual melepaskan diri dari intervensi politik pragmatis rezim yang selalu inkonsistensi.

BACA JUGA

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

GIHES 2026: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pengembangan Pendidikan Holistik

Suara kaum intelektual adalah mutiara bagi kemajuan sebuah bangsa. Bisunya kaum intelektual adalah bencana bagi peradaban bangsa. Apa jadinya negeri ini, jika kaum intelektual memilih bisu, disaat bangsa ini secara gamblang tengah dicengkeram oleh hegemoni ideologi kapitalisme sekuler dan komunisme ateis. Padahal kedua ideologi itu sesat secara agama maupun kebangsaan. Sementara kaum intelektual malah memilih bisu, bisu sebisu-bisunya.

Tugas kaum intelektual adalah meletakkan pondasi paradigmatik bagi kemajuan peradaban suatu bangsa. Kaum intelektual mestinya mencintai dan membela Indonesia secara obyektif sesuai dengan predikat yang disandangnya. Kaum intelektual mestinya mengawal bangsa ini agar berjalan menuju kemajuan dan kemuliaan peradaban. Adalah naif, jika kaum intelektual menggadaikan otaknya demi sesuap nasi dari penguasa.

Bukanlah sesuatu yang sulit bagi kaum intelektual untuk melihat Indonesia. Mereka pasti tahu bahwa Indonesia tengah dicengkeram oleh ideologi penjajah kapitalisme sekuler dan komunisme ateis. Tapi kenapa mereka bisu ?. Apakah bisunya kaum intelektual karena takut ancaman rezim atau karena jebakan pragmatisme. Disinilah, keberanian Prof. Suteki melawan hegemoni rezim, patut diapresiasi.

Mungkin ada benarnya apa yang diungkapkan oleh pujangga Ronggowasito bahwa zaman udah edan, siapa yang tak ikut edan maka tak kebagian, namun manusia terbaik adalah yang selalu ingat dan waspada. Mungkin frase ‘zaman edan’ yang dimaksud oleh sang pujangga adalah semacam hegemoni zaman dimana manusia dipaksa untuk mengikuti arus kebodohan saat itu, jika tidak maka tak dapat bagian, dan jika melawan, maka harus berani menanggung resiko.

Hal ini terbukti dengan apa yang kini dialami oleh Prof. Suteki, alih-alih perjuangan intelektualnya dinilai sebagai kontribusi positif bagi bangsa, justru yang terjadi adalah sebaliknya. Sang profesor justru mendapat sanksi akademik dengan diterbitkannya SK Nomor 586/UN7.P/PK/2018 yang menyatakan pemberhentian tetap dari jabatan sebagai Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum Undip dan sebagai Ketua Senat Fakultas Hukum Undip, terhitung sejak tanggal 28 November 2018.

Sebagai sesama akademisi, penulis sangat mendukung langkah-langkah hukum yang kini sedang ditempuh oleh Prof. Suteki atas persekusi akademik yang dialaminya. Kampus yang seharusnya mencerminkan sebuah kebebasan intelektual tidak sepatutnya mengebiri gagasan-gagasan intelektual anak bangsa. Negara dan kampus semestinya bangga memiliki seorang Suteki yang turut membangung peradaban hukum bangsa ini.

Penulis mendukung upaya mengadukan kasus yang dialaminya ke Polda Jateng, sebab SK dinilai telah memuat tuduhan berupa fitnah dan pencemaran nama baik secara sepihak, sebab tanpa melalui proses pemeriksaan persidangan. Tuduhan sepihak adalah bentuk kezoliman yang harus dilawan dan dibongkar demi proses pembelajaran bagi generasi masa depan bangsa ini. Interpretasi kampus atas kasus Prof. Suteki bisa merupakan pelanggaran hukum juga, sebab bukankah siapapun sama kedudukannya di mata hukum.

Mari membersamai perjuangan Prof. Suteki dalam membongkar dan melawan ketidakadilan negeri ini. Ketidakadilan adalah masalah terbesar sebuah bangsa. Karena itu setiap perjuangan untuk menuntut keadilan menandakan bahwa negara itu belum berkeadilan. Menuntut keadilan, meski atas kasus pribadi, tapi hakekatnya adalah untuk keadilan semua warga negara. Sebab apa yang dialami Prof. Suteki bisa dialami oleh insan akademis yang lain.

Meski kabarnya pengaduan Prof. Suteki belum mendapat tanggapan dari pihak Polda Jateng, usaha ini harus tetap mendapat dukungan dan apresiasi dari masyarakat demi keadilan. Prof. Suteki tidak boleh berputus asa, sebab keadilan harus tetap diperjuangkan, pantang mundur meski selangkah. Penulis berharap usaha mencari keadilan ini bisa membuahkan hasil, jika negeri ini memang masih berpancasila dan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

Tags: AdilPancasilaProf Suteki
Share75Tweet47Send
Previous Post

Membaca Relasi Pesantren dan Negara

Next Post

KPK: Ajaib, MA Bebaskan Tersangka BLBI!

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

0
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

0

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

12 September 2026
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

12 September 2026

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

12 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result