10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 24 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Membongkar Kejahatan Demokrasi

Oleh : Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
1 May 2019
in Kolom
0
Menakar Masa Depan Politik Identitas

Kejahatan pertama pemilu demokrasi adalah kecurangan yang luar biasa dan telah membunuh ratusan jiwa rakyat kecil. Demokrasi dan kecurangan adalah dua sisi mata uang. Pemilu 2019 diwarnai kecurangan yang begitu telanjang, bahkan disinyalir pemilu 2014 juga sarat dengan kecurangan. Dengan dana 25 triliun rupiah, pemilu 2019 oleh banyak kalangan dianggap sebagai pemilu terburuk sepanjang sejarah negeri ini.

Ada beberapa kesalahan hasil temuan tim relawan IT BPN ditemukan ada 9.400 kesalahan input di aplikasi Situng KPU dalam 3 hari terakhir (27-29 April 2019). Sebanyak 172.174 TPS dari 404.290 TPS yang sudah masuk ke WEB Situng (42%) ditemukan error sebanyak 6% yang konsisten 3 hari terakhir dan tidak ada perbaikan. Di Jawa Barat ditemukan kesalahan 764 TPS (8%), Jateng 706 TPS (7,4%) dan Jatim 385 (4%).

Ada tiga kesalahan menurut tim IT BPN. Pertama, kesalahan memasukkan data mengenai selisih suara antara paslon 01 dan paslon 02. Kedua, kesalahan memasukkan data tentang jumlah pemilih melebihi jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dalam satu TPS. Ketiga, kesalahan memasukkan data yang tidak sinkron antara perolehan suara sah dan total jumlah suara.

Pemilu serentak menelan korban jiwa terbanyak selama penyelenggaraan pemilu. Sebanyak 332 orang dinyatakan meninggal dunia, terutama petugas kelompok pemungutan suara (KPPS). Petugas yang mengalami musibah sebanyak 667 orang. Sementara yang mengalami sakit lebih dari 1000 orang. Musibah pemilu ini terjadi di 25 provinsi. Pemilu 2019 telah membunuh rakyat kecil lebih banyak dibanding korban bom Bali. Sungguh jahat demokrasi, sistem buruk ini telah meminta tumbal rakyat jelata.

BACA JUGA

Metode Pendidikan dan Pembinaan Santri Melalui Lisaanul Haal

Dari Santri Menjadi Guru: Transisi Identitas di Era Digital

Tiga Pilar Penting dalam Pengelolaan Pesantren: Mesin, Karoseri, dan Asesoris

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Kejahatan kedua demokrasi adalah budaya suap menyuap dan korupsi. Pemilu demokrasi selalu diwarnai dengan budaya suap menyuap dari calon anggota dewan kepada rakyat, berharap rakyat akan memilihnya. Namun sial, saat mereka tak terpilih, uang suap yang sudah diberikan sering ditagih kembali. Bahkan di beberapa daerah, bantuan berupa karpet, aspal dan beras diminta kembali.

Bukan hanya sampai di situ, setelah terpilih, maka demokrasi selalu diwarnai oleh kasus-kasus korupsi yang begitu menggurita. Entah sudah berapa banyak anggota dewan, menteri, gubernur hingga bupati yang telah masuk penjara karena kasus korupsi. Sistem padat modal demokrasi memang telah melahirkan kejahatan hukum berupa gratifikasi dan korupsi. Sebab setelah terpilih, ia berharap bisa mengembalikan modal dengan cara-cara yang tidak beradab, korupsi salah satunya.

Kejahatan ketiga demokrasi adalah adanya pencitraan dengan tujuan menipu rakyat. Biasanya setiap calon akan bersandiwara agar dilihat oleh rakyat sebagai orang baik dan merakyat, padahal sebelumnya rakyat sudah tahu. Begitupun setelah terpilih, para penguasa selalu sibuk dengan pencitraan seolah membela rakyat, padahal mereka tidak lebih dari budak-budak kapitalis yang menyengsarakan rakyat.

Tak tanggung-tanggung, biasa penguasa berame-rame teriak saya pancasila, NKRI harga mati, namun faktanya mereka justru menjual negara ini kepada penjajah asing dan aseng. Lihatlah proyek OBOR China adalah bukti nyata bahwa negara ini kembali terjajah. Sebelumnya adalah dirampoknya emas freeport oleh asing, semnetara rakyat tak kebagian secuilpun. Kapitalisme telah menambah hutang luar negeri lebih dari 5000 triliun. Bagaimana hutang sebanyak itu bisa dibayar?

Sistem demokrasi kapitalisme sesungguhnya adalah penyebab utama kesengsaraan dan kemiskinan rakyat. Sebab harta hanya dikuasai oleh segelintir manusia, sementara ratusan juta rakyat berebut secuil sisanya. Akibatnya, rakyat banyak yang menderita kelaparan, mengganggur, tak bisa sekolah, depresi sosial, tak mampu bayar pajak hingga bunuh diri karena tekanan ekonomi. Betapa jahatnya sistem demokrasi.

Peneliti Organisasi Non Pemerintah Auriga, Iqbal Damanik, memaparkan data laporan ketimpangan Indonesia berdasarkan data Oxfam pada Fubruari 2017. Data itu menyebutkan bahwa empat orang terkaya di Indonesia memiliki kekayaan melebihi dari 100 juta penduduk termiskin. Menurut Oxfam, Indonesia berada pada peringkat keenam dalam kategori ketimpangan distribusi kekayaan terburuk di dunia. Benar idiom yang menyebutkan bahwa yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.

Islam mengharamkan dan mengancam sistem kapitalisme yang menyebabkan kekayaan negara hanya beredar diantara orang-orang kaya saja. Allah berfirman, “ Apa saja harta rampasan (fa’i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya. (QS Al Hasyr: 7)

Kejahatan berikutnya dari sistem demokrasi kapitalisme adalah adanya neokolonialisme dan neoimperialisme terhadap negeri ini. Dr. Sir Muhammad Iqbal mengatakan bahwa komunisme dan kapitalisme adalah dua ideologi yang penuh nafsu dan tidak punya tenggang rasa. Tuhan telah mati dalam kesadarannya. Manusia merupakan sasaran penipuan. Yang satu bangkit untuk dahaga revolusi, yang lain giat mengejar pajak. Di antara dua batu, manusia remuk binasa (Javid Nama, h. 52).

Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Miguel D Lewis tentang kapitalisme : Capitalism is religion. Banks are churches. Bangkers are priests. Wealth is heaven. Poverty is hell. Rich people are sainst. Poor people are sinners. Commodities are blessings. Money is God.

Cina adalah negara kapitalis berwajah komunis yang kini tengah melebarkan sayap neokolonialismenya di berbagai negara. Dengan skema pembangunan infrastruktur berbasis hutang, Cina bertujuan mencaplok negara-negara berkembang. Telah banyak negara korban Cina yang mengalami kebangkrutan dan terpaksa menyerahkan aset-asetnya ke Cina.

Melalui proyek OBOR (One Belt One Road) kini Cina tengah menghegemoni Indonesia. Geopolitik dan geoekonomi Cina berhasil menjerat negara-negara berkembang di bawah kendalinya. Indonesiapun akan bernasib demikian, jika tidak dihentikan, maka proyek OBOR akan menjadikan negeri ini kembali terjajah oleh aseng, setelah sebelumnya dijajah oleh asing. Berdasarkan reportase koran Bisnis Indonesia (27/4) telah diteken sebanyak 23 proyek OBOR hasil kerjasama dalam forum bisnis antara Indonesia Cina.

Kejahatan sistem demokrasi berikutnya adalah berbagai bentuk kezaliman, persekusi dan kriminalisasi terhadap kaum muslimin. Demokrasi dalam slogan pemilunya selalu mengajak kaum muslimin untuk ikut berpartisipasi dalam mensukseskan hajatan lima tahunan ini. namun disisi lain, umat Islam justru dituduh dengan berbagai tuduhan keji, mulai dari garis keras, radikal, teroris hingga disebut sebagai kaum intoleran pemecah belah bangsa.

Dengan berbagai slogan demokrasi dan tuduhan kepada umat Islam, maka yang terjadi adalah polarisasi yang menajam di kalangan kaum muslimin sendiri. Pemilu demokrasi selalu menyisakan pertengkaran dan kegaduhan sesama muslim, hanya karena beda pilihan politik. Allah sendiri melarang kaum muslimin untuk berbecah belah. Maka demokrasi yang bisa memecah belah umat, selain kejahatan adalah sebuah sistem yang haram untuk diadopsi.

Allah dengan tegas berfirman dalam Al Qur’an: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. (QS. Ali Imran [3]: 85). “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam…”. (QS. Ali Imran [3]: 19)

Kejahatan demokrasi berikutnya adalah adanya pengakuan terhadap kebhinekaan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama atas nama HAM dan kebebasan. Sifat liberalisme demokrasi sesungguhnya telah memporak-porandakan kehidupan manusia. Dalam demokrasi yang namanya riba, zina, hingga LGBT tidak dilarang, sementara ketiganya sangat bertentangan dengan nilai Islam. Demokrasi adalah sistem nilai yang melahirkan peradaban amoral suatu bangsa.

Di koran Republika (12/2/2016) hlm. 9 pada judul “Dubes AS Dukung LGBT” terdapat berita: “Pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia menegaskan dukungannya terhadap pernikahan sejenis di kalangan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Dubes AS untuk Indonesia Robert O Blake bahkan mendesak Pemerintah Indonesia mengambil sikap serupa.”

Aqidah Islam sebenarnya telah dengan tegas memisahkan antara perilaku dan realitas yang didasarkan oleh keimanan dan kekufuran. Keduanya adalah dua hal yang berbeda, yang pertama bisa bisa mengantarkan kepada surga dan yang lainnya bisa mengantarkan kepada neraka. Islam memandang yang halal itu jelas dan yang haram juga jelas, diantara keduanya adalah subhat.

Kejahatan sistem demokrasi berikutnya adalah menyamaratakan kualitas manusia berdasarkan HAM semata. Pemilu demokrasi hanya membutuhkan kemenangan dengan suara terbanyak, bukan karena kualitas. Maka jangan heran jika orang gilapun diminta untuk ikut mencoblos, ya begitulah democrazy. Dalam pemilu demokrasi menggunakan prinsip satu orang satu suara, sehingga menyamakan suara profesor atau ulama dengan suara copet atau pelacur.

Sokrates mengkritik dengan mengatakan bahwa demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang anarkis, memberikan kesetaraan yang sembrono kepada siapapun, baik setara maupun tidak setara. Demokrasi memberikan ruang kebebasan tanpa batas. Anarkisme demokrasi akan berujung kepada kekuasaan tirani.

Diperkuat oleh pandangan Aristoteles, bahwa demokrasi adalah bentuk negara yang buruk (bad state). Pemerintah yang dilakukan oleh sekelompok minoritas di dewan perwakilan yang mewakili kelompok mayoritas penduduk itu akan mudah menjadi pemerintahan anarkis, menjadi ajang pertempuran konflik kepentingan berbagai kelompok sosial dan pertarungan elit kekuasaan.

Dalam pandangan Islam, prinsip-prinsip demokrasi menyalahi syariah Islam. Pertama, Suara mayoritas mengalahkan suara Tuhan, melanggar QS Al An’am : 116. Kedua, kedaulatan hukum di tangan rakyat, melanggar QS Al An’am : 57. Ketiga, produk perundang-undangan ditentukan di parlemen, meski esensinya bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah, melanggar QS Al Maidah : 48. Keempat, demokrasi mencampakkan hukum Allah dalam urusan rakyat, melanggar QS Al maidah: 50.

Maka cara satu-satunya membongkar berbagai kejahatan demokrasi yang busuk ini adalah dengan menyadarkan terus rakyat Indonesia agar membuang demokrasi ke tong sampah peradaban dan memperjuangkan tegaknya ideologi Islam dalam naungan daulah Islam. Sebab hanya ideologi Islam yang akan sanggup melawan penjajahan ideologi kapitalisme demokrasi dan komunisme atheis.

Tags: DemokrasiMayoritasPemiluSuara
Share93Tweet52Send
Previous Post

Hari Pertama Pelunasan Tahap II, 1.536 Jemaah Lunasi BPIH

Next Post

Akankah Pemilu Ulang?

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result