pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 22 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Membongkar Kejahatan Demokrasi

Oleh : Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
1 May 2019
in Kolom
0
Menakar Masa Depan Politik Identitas

Kejahatan pertama pemilu demokrasi adalah kecurangan yang luar biasa dan telah membunuh ratusan jiwa rakyat kecil. Demokrasi dan kecurangan adalah dua sisi mata uang. Pemilu 2019 diwarnai kecurangan yang begitu telanjang, bahkan disinyalir pemilu 2014 juga sarat dengan kecurangan. Dengan dana 25 triliun rupiah, pemilu 2019 oleh banyak kalangan dianggap sebagai pemilu terburuk sepanjang sejarah negeri ini.

Ada beberapa kesalahan hasil temuan tim relawan IT BPN ditemukan ada 9.400 kesalahan input di aplikasi Situng KPU dalam 3 hari terakhir (27-29 April 2019). Sebanyak 172.174 TPS dari 404.290 TPS yang sudah masuk ke WEB Situng (42%) ditemukan error sebanyak 6% yang konsisten 3 hari terakhir dan tidak ada perbaikan. Di Jawa Barat ditemukan kesalahan 764 TPS (8%), Jateng 706 TPS (7,4%) dan Jatim 385 (4%).

Ada tiga kesalahan menurut tim IT BPN. Pertama, kesalahan memasukkan data mengenai selisih suara antara paslon 01 dan paslon 02. Kedua, kesalahan memasukkan data tentang jumlah pemilih melebihi jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dalam satu TPS. Ketiga, kesalahan memasukkan data yang tidak sinkron antara perolehan suara sah dan total jumlah suara.

Pemilu serentak menelan korban jiwa terbanyak selama penyelenggaraan pemilu. Sebanyak 332 orang dinyatakan meninggal dunia, terutama petugas kelompok pemungutan suara (KPPS). Petugas yang mengalami musibah sebanyak 667 orang. Sementara yang mengalami sakit lebih dari 1000 orang. Musibah pemilu ini terjadi di 25 provinsi. Pemilu 2019 telah membunuh rakyat kecil lebih banyak dibanding korban bom Bali. Sungguh jahat demokrasi, sistem buruk ini telah meminta tumbal rakyat jelata.

BACA JUGA

Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Kejahatan kedua demokrasi adalah budaya suap menyuap dan korupsi. Pemilu demokrasi selalu diwarnai dengan budaya suap menyuap dari calon anggota dewan kepada rakyat, berharap rakyat akan memilihnya. Namun sial, saat mereka tak terpilih, uang suap yang sudah diberikan sering ditagih kembali. Bahkan di beberapa daerah, bantuan berupa karpet, aspal dan beras diminta kembali.

Bukan hanya sampai di situ, setelah terpilih, maka demokrasi selalu diwarnai oleh kasus-kasus korupsi yang begitu menggurita. Entah sudah berapa banyak anggota dewan, menteri, gubernur hingga bupati yang telah masuk penjara karena kasus korupsi. Sistem padat modal demokrasi memang telah melahirkan kejahatan hukum berupa gratifikasi dan korupsi. Sebab setelah terpilih, ia berharap bisa mengembalikan modal dengan cara-cara yang tidak beradab, korupsi salah satunya.

Kejahatan ketiga demokrasi adalah adanya pencitraan dengan tujuan menipu rakyat. Biasanya setiap calon akan bersandiwara agar dilihat oleh rakyat sebagai orang baik dan merakyat, padahal sebelumnya rakyat sudah tahu. Begitupun setelah terpilih, para penguasa selalu sibuk dengan pencitraan seolah membela rakyat, padahal mereka tidak lebih dari budak-budak kapitalis yang menyengsarakan rakyat.

Tak tanggung-tanggung, biasa penguasa berame-rame teriak saya pancasila, NKRI harga mati, namun faktanya mereka justru menjual negara ini kepada penjajah asing dan aseng. Lihatlah proyek OBOR China adalah bukti nyata bahwa negara ini kembali terjajah. Sebelumnya adalah dirampoknya emas freeport oleh asing, semnetara rakyat tak kebagian secuilpun. Kapitalisme telah menambah hutang luar negeri lebih dari 5000 triliun. Bagaimana hutang sebanyak itu bisa dibayar?

Sistem demokrasi kapitalisme sesungguhnya adalah penyebab utama kesengsaraan dan kemiskinan rakyat. Sebab harta hanya dikuasai oleh segelintir manusia, sementara ratusan juta rakyat berebut secuil sisanya. Akibatnya, rakyat banyak yang menderita kelaparan, mengganggur, tak bisa sekolah, depresi sosial, tak mampu bayar pajak hingga bunuh diri karena tekanan ekonomi. Betapa jahatnya sistem demokrasi.

Peneliti Organisasi Non Pemerintah Auriga, Iqbal Damanik, memaparkan data laporan ketimpangan Indonesia berdasarkan data Oxfam pada Fubruari 2017. Data itu menyebutkan bahwa empat orang terkaya di Indonesia memiliki kekayaan melebihi dari 100 juta penduduk termiskin. Menurut Oxfam, Indonesia berada pada peringkat keenam dalam kategori ketimpangan distribusi kekayaan terburuk di dunia. Benar idiom yang menyebutkan bahwa yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.

Islam mengharamkan dan mengancam sistem kapitalisme yang menyebabkan kekayaan negara hanya beredar diantara orang-orang kaya saja. Allah berfirman, “ Apa saja harta rampasan (fa’i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya. (QS Al Hasyr: 7)

Kejahatan berikutnya dari sistem demokrasi kapitalisme adalah adanya neokolonialisme dan neoimperialisme terhadap negeri ini. Dr. Sir Muhammad Iqbal mengatakan bahwa komunisme dan kapitalisme adalah dua ideologi yang penuh nafsu dan tidak punya tenggang rasa. Tuhan telah mati dalam kesadarannya. Manusia merupakan sasaran penipuan. Yang satu bangkit untuk dahaga revolusi, yang lain giat mengejar pajak. Di antara dua batu, manusia remuk binasa (Javid Nama, h. 52).

Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Miguel D Lewis tentang kapitalisme : Capitalism is religion. Banks are churches. Bangkers are priests. Wealth is heaven. Poverty is hell. Rich people are sainst. Poor people are sinners. Commodities are blessings. Money is God.

Cina adalah negara kapitalis berwajah komunis yang kini tengah melebarkan sayap neokolonialismenya di berbagai negara. Dengan skema pembangunan infrastruktur berbasis hutang, Cina bertujuan mencaplok negara-negara berkembang. Telah banyak negara korban Cina yang mengalami kebangkrutan dan terpaksa menyerahkan aset-asetnya ke Cina.

Melalui proyek OBOR (One Belt One Road) kini Cina tengah menghegemoni Indonesia. Geopolitik dan geoekonomi Cina berhasil menjerat negara-negara berkembang di bawah kendalinya. Indonesiapun akan bernasib demikian, jika tidak dihentikan, maka proyek OBOR akan menjadikan negeri ini kembali terjajah oleh aseng, setelah sebelumnya dijajah oleh asing. Berdasarkan reportase koran Bisnis Indonesia (27/4) telah diteken sebanyak 23 proyek OBOR hasil kerjasama dalam forum bisnis antara Indonesia Cina.

Kejahatan sistem demokrasi berikutnya adalah berbagai bentuk kezaliman, persekusi dan kriminalisasi terhadap kaum muslimin. Demokrasi dalam slogan pemilunya selalu mengajak kaum muslimin untuk ikut berpartisipasi dalam mensukseskan hajatan lima tahunan ini. namun disisi lain, umat Islam justru dituduh dengan berbagai tuduhan keji, mulai dari garis keras, radikal, teroris hingga disebut sebagai kaum intoleran pemecah belah bangsa.

Dengan berbagai slogan demokrasi dan tuduhan kepada umat Islam, maka yang terjadi adalah polarisasi yang menajam di kalangan kaum muslimin sendiri. Pemilu demokrasi selalu menyisakan pertengkaran dan kegaduhan sesama muslim, hanya karena beda pilihan politik. Allah sendiri melarang kaum muslimin untuk berbecah belah. Maka demokrasi yang bisa memecah belah umat, selain kejahatan adalah sebuah sistem yang haram untuk diadopsi.

Allah dengan tegas berfirman dalam Al Qur’an: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. (QS. Ali Imran [3]: 85). “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam…”. (QS. Ali Imran [3]: 19)

Kejahatan demokrasi berikutnya adalah adanya pengakuan terhadap kebhinekaan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama atas nama HAM dan kebebasan. Sifat liberalisme demokrasi sesungguhnya telah memporak-porandakan kehidupan manusia. Dalam demokrasi yang namanya riba, zina, hingga LGBT tidak dilarang, sementara ketiganya sangat bertentangan dengan nilai Islam. Demokrasi adalah sistem nilai yang melahirkan peradaban amoral suatu bangsa.

Di koran Republika (12/2/2016) hlm. 9 pada judul “Dubes AS Dukung LGBT” terdapat berita: “Pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia menegaskan dukungannya terhadap pernikahan sejenis di kalangan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Dubes AS untuk Indonesia Robert O Blake bahkan mendesak Pemerintah Indonesia mengambil sikap serupa.”

Aqidah Islam sebenarnya telah dengan tegas memisahkan antara perilaku dan realitas yang didasarkan oleh keimanan dan kekufuran. Keduanya adalah dua hal yang berbeda, yang pertama bisa bisa mengantarkan kepada surga dan yang lainnya bisa mengantarkan kepada neraka. Islam memandang yang halal itu jelas dan yang haram juga jelas, diantara keduanya adalah subhat.

Kejahatan sistem demokrasi berikutnya adalah menyamaratakan kualitas manusia berdasarkan HAM semata. Pemilu demokrasi hanya membutuhkan kemenangan dengan suara terbanyak, bukan karena kualitas. Maka jangan heran jika orang gilapun diminta untuk ikut mencoblos, ya begitulah democrazy. Dalam pemilu demokrasi menggunakan prinsip satu orang satu suara, sehingga menyamakan suara profesor atau ulama dengan suara copet atau pelacur.

Sokrates mengkritik dengan mengatakan bahwa demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang anarkis, memberikan kesetaraan yang sembrono kepada siapapun, baik setara maupun tidak setara. Demokrasi memberikan ruang kebebasan tanpa batas. Anarkisme demokrasi akan berujung kepada kekuasaan tirani.

Diperkuat oleh pandangan Aristoteles, bahwa demokrasi adalah bentuk negara yang buruk (bad state). Pemerintah yang dilakukan oleh sekelompok minoritas di dewan perwakilan yang mewakili kelompok mayoritas penduduk itu akan mudah menjadi pemerintahan anarkis, menjadi ajang pertempuran konflik kepentingan berbagai kelompok sosial dan pertarungan elit kekuasaan.

Dalam pandangan Islam, prinsip-prinsip demokrasi menyalahi syariah Islam. Pertama, Suara mayoritas mengalahkan suara Tuhan, melanggar QS Al An’am : 116. Kedua, kedaulatan hukum di tangan rakyat, melanggar QS Al An’am : 57. Ketiga, produk perundang-undangan ditentukan di parlemen, meski esensinya bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah, melanggar QS Al Maidah : 48. Keempat, demokrasi mencampakkan hukum Allah dalam urusan rakyat, melanggar QS Al maidah: 50.

Maka cara satu-satunya membongkar berbagai kejahatan demokrasi yang busuk ini adalah dengan menyadarkan terus rakyat Indonesia agar membuang demokrasi ke tong sampah peradaban dan memperjuangkan tegaknya ideologi Islam dalam naungan daulah Islam. Sebab hanya ideologi Islam yang akan sanggup melawan penjajahan ideologi kapitalisme demokrasi dan komunisme atheis.

Tags: DemokrasiMayoritasPemiluSuara
Share94Tweet52Send
Previous Post

Hari Pertama Pelunasan Tahap II, 1.536 Jemaah Lunasi BPIH

Next Post

Akankah Pemilu Ulang?

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

17 September 2026
Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

0
prabowo free palestina

Prabowo Gemakan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Gontor

0
prabowo di gontor

Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
prabowo sebut panca jiwa pondok

Prabowo Sebut Panca Jiwa Gontor Sejalan dengan Perjuangan Bangsa

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

21 September 2026
prabowo di gontor

Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

21 September 2026
prabowo sebut panca jiwa pondok

Prabowo Sebut Panca Jiwa Gontor Sejalan dengan Perjuangan Bangsa

21 September 2026
prabowo free palestina

Prabowo Gemakan ‘Free Palestina’ di Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Gontor

21 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result