Jakarta, Gontornews — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih bijak dalam menyikapi dan menggunakan media sosial. Menurutnya, survei Kominfo menunjukkan rata-rata masyarakat menggunakan internet 3,5 jam sehari. Jika kebanyakan digunakan untuk media sosial, maka diperlukan kearifan agar kegiatan tersebut lebih bermanfaat.
“Di era digital ini, dunia maya menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari dunia nyata. Saya berpesan agar kita bijak, kritis dan lebih cerdas dalam menyikapi perkembangan dunia maya, media sosial,” terang Menag saat memberikan sambutan pada Dzikir Nasional di Masjid Agung At-Tin Jakarta, Sabtu (31/12).
Menag melihat, media sosial mempunyai banyak sisi positif. Banyak pengetahuan, bisnis, relasi, dan hal positif lainnya yang bisa dioptimalkan melalui komunikasi media sosial.
“Meski demikian, sosmed juga mempunyai banyak sisi negatif. Tidak hanya informasi yang tidak berguna, namun juga banyak informasi yang bisa merusak kita sebagai sebuah bangsa. Mari kita lebih cerdas, jangan main posting saja, apalagi postingan copy paste yang belum tentu kebenarannya,” pesannya seperti dikutip kemenag.go.id.
“Kita jangan mudah diadu domba. Jangan menebarkan hal-hal merusak yang mengandung aura negatif seperti hujatan, fitnah, adu domba, saling mencaci dan lain sebagainya,” imbuh Menag sembari mengajak masyarakat untuk memosting hal-hal positif saja.
Menurutnya, banyak hal positif yang bisa diposting, seperti ajakan ibadah, amal shalih dan lainnya. Kalau informasi yang masih diragukan kebenarannya, Menag minta agar tidak diteruskan.
“Di tahun 2017, semoga kita tidak mudah dipengaruhi dan adu domba, karena kita tidak ada waktu untuk mengembangkan diri dan menjadi lebih produktif,” harap Menag. [Fathurroji/Rus]






















