Jakarta, Gontornews — Β Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, ada tiga hal yang diajarkan di pesantren. Pertama, nilai-nilai Islam yang menebarkan kedamaian dan kasih sayang. Sebab, itu adalah esensi Islam. “Islam itu asal katanya salam yang berarti kedamaian. Jadi nilai-nilai Islam menjunjung tinggi harkat martabat,” papar Menag di Jakarta, Rabu (17/5), sebagaimana dikutip kemenag.go.id.
Kedua, pesantren tidak mengklaim, memonopoli kebenaran. Pesantren tidak mengajarkan santrinya untuk merasa hanya dirinyalah yang paling benar, jadi tidak ada yang memonopoli kebenaran. “Santri sadar betul dengan kerendahan hatinya, dengan keterbatasan pada dirinya, maka kebenaran itu juga ada di mana mana,” ucap Menag.
Ketiga, semua pondok pesantren mengajarkan cinta Tanah Air.
Menag menegaskan, tidak ada pondok pesantren yang tidak cinta kepada Tanah Air-nya, NKRI. Kalau ada lembaga pendidikan Islam yang ekstrem, pasti itu bukan pesantren.
“Jadi kita mesti jelas dulu, apa yang dimaksud dengan pesantren itu,” tegas Menag.
Menurutnya, Β pesantren mempunyai tradisi dan sejarah panjang di Indonesia. Bahkan, pesantren sudah ada sebelum NKRI merdeka.
“Ajaran prinsip yang diterapkan di pesantren, bahwa Tanah Air adalah tempat mengimplementasikan nilai-nilai agama. Kalau kita tidak cinta dan tidak menjaga Tanah Air ini, maka tidak ada tempat menerapkan nilai-nilai agama. Padahal menerapkan nilai-nilai agama merupakan kewajiban. Maka, menjaga Tanah Air merupakan kebajikan juga,” kata Menag.
Menurut Menag, ajaran ekstrem bertolak belakang dengan nilai-nilai pokok yang diajarkan pondok pesantren.[Rusdiono Mukri]





















