Riyadh, Gontornews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menyampaikan pidato tentang Islam dalam kunjungannya ke Arab Saudi, hanya dua bulan setelah dia menandatangani perintah revisi untuk melarang orang-orang dari enam negara berpenduduk mayoritas Muslim memasuki AS.
Dalam jamuan makan siang dengan sekitar 50 pemimpin Muslim di Riyadh pada hari Ahad (21/5) ini, Trump diharapkan mengungkapkan harapannya untuk “mewujudkan visi damai Islam”, sehari setelah Washington mengeluarkan pernyataan tentang Iran.
Pidato tersebut telah disebut-sebut sebagai sebuah peristiwa besar tentang dunia Islam sejak pendahulunya, Barack Obama, berpidato di Kairo, Mesir, pada tahun 2009.
Ini akan sangat sensitif mengingat ketegangan yang dipicu oleh larangan terbang Trump.
Selama kampanyenya, Trump melontarkan gagasan untuk mengawasi masjid di AS. Dan menyerukan “penghentian total” umat Islam untuk memasuki AS “sampai perwakilan negara kita dapat mengetahui apa yang sedang terjadi”.
Pernyataannya mengejutkan banyak orang Amerika. Para pengkritik Trump mengatakan, Konstitusi Amerika Serikat melarang diskriminasi agama.
“Saya pikir Islam membenci kita. Ada kebencian yang luar biasa di sana. Kita harus sampai ke pokok persoalan,” kata Trump dalam sebuah wawancara pada bulan Maret 2016 dengan CNN.
Pidato hari Ahad ini hanya sehari setelah AS dan Arab Saudi menandatangani perjanjian senilai lebih dari US$ 380 miliar – hampir sepertiganya terkait dengan urusan militer.
“Itu adalah hari yang luar biasa. Investasi luar biasa di Amerika Serikat,” kata Trump pada hari Sabtu saat melakukan pembicaraan dengan Raja Saudi, Salman. [Rusdiono Mukri]





















