Jakarta, Gontornews – Dosen Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor, Acep Nugraha, meraih gelar doktor di Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (20/8/2024). Ia berhasil mempertahankan disertasinya yang bertajuk “Implementasi Manajemen dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Studi Kasus pada Pondok Pesantren di Kabupaten Bogor Tahun 2019-2023)”.
Acep Nugraha dalam disertasinya meneliti implementasi manajemen dalam peningkatan mutu pendidikan di tiga jenis pondok pesantren: pesantren tradisional, pesantren modern, dan pesantren campuran. “Semakin baik implementasi manajemen maka semakin baik pula kualitas sebuah pesantren,” ujar Acep Nugraha dalam sidang promosi doktor dengan promotor Prof Dr Husni Rahim dan Prof Dr Abuddin Nata, MA.
Menurut pria kelahiran Bogor, 9 Mei 1980 itu, implementasi manajemen di pesantren tradisional melibatkan fungsi dan unsur-unsur manajemen secara tidak tertulis, melainkan dengan pendekatan tradisional didasarkan pada warisan budaya dan nilai-nilai agama serta diperkuat dengan pengaruh kepemimpinan sang kiai. “Hal ini menjadikan pesantren tradisional sebagai lembaga pendidikan yang kokoh dan berkelanjutan dalam melahirkan generasi tafaqquh fiddin,” papar suami Fatmawati, SPd.I itu.
Sedangkan pada pondok pesantren campuran, pelibatan fungsi dan unsur-unsur manajemen dipadukan dengan nilai-nilai tradisional dan agama serta kebutuhan pendidikan modern. “Hal ini menjadikan pesantren campuran sebagai lembaga pendidikan yang adaptif dan mampu menghadapi tantangan zaman,” lanjut ayah dari dua putri itu.
Sementara itu pada pondok pesantren modern, ujar Acep, ada pengintegrasian nilai-nilai pesantren dengan manajemen mutu terpadu sehingga implementasi manajemen pada jenis pondok modern lebih dinamis. Selain itu, juga ada komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pesantren dan menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia berkompetensi tinggi dan relevan dengan tuntutan zaman.
“Pesantren Modern dengan model manajemen profesional dan efisien berorientasi pada hasil dan memanfaatkan teknologi untuk beradaptasi dengan tantangan global,” kata Magister Pendidikan lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tahun 2009 itu.
Menurutnya, pesantren tradisional relevan dengan model manajemen kepemimpinan karismatik dan relasional sedangkan pesantren campuran memerlukan model manajemen hybrid yaitu integrasi sistem dan pendekatan fleksibel yang disesuaikan dengan situasi.
Acep menyebutkan, dampak implementasi manajemen dalam meningkatkan kualitas pesantren di antaranya yaitu tersedianya data yang lengkap dan akurat, peningkatan pelayanan dan kepuasan terhadap santri, guru dan wali santri, serta tercapainya tujuan pesantren secara efektif dan efisien.

“Implementasi manajemen berdampak positif terhadap pengembangan masyarakat melalui pendidikan, pemberdayaan dan program-program lainnya yang dapat memajukan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan,” terang lulusan Pondok Pesantren Modern Darul Muttaqien Parung, Bogor, itu.
Pada sidang promosi doktor itu Acep Nugraha memperoleh predikat kelulusan “Sangat Memuaskan”. []






















