Denpasar, Gontornews – Pulau Bali merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di dunia. Keindahan pantai dan laut tropis serta kesemarakan seni budaya masyarakat Bali menjadi daya tarik para wisatawan.
Kini, sejumlah pelaku bisnis pariwisata di Pulau Dewata itu menawarkan ‘sensasi baru’: menikmati indahnya alam saat matahari terbenam dari punggung unta.
Sensasi baru ini misalnya bisa ditemukan di Pantai Kelan, yang terletak di dekat Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar. Di sana ada tiga unta bernama Bintang, Yulia, dan Munaroh, yang siap memberikan tumpangan kepada para wisatawan di tepi pantai sembari menikmati pemandangan matahari terbenam. Atau melihat kehidupan para nelayan di sana.
“Wisatawan akan melihat perahu nelayan, bagaimana orang-orang yang tinggal di tepi pantai ini mencari nafkah dengan menangkap ikan,” kata Dewa Gde Yudistira, dokter hewan dan salah satu pemilik Bali Camel Adventure, dikutip Arabnews.com.
Yudistira menyebutkan, para wisatawan juga akan dapat melihat patung Garuda Wisnu Kencana setinggi 122 meter dari jauh. Mereka juga bisa menyaksikan lalu lalang pesawat yang akan mendarat (landing) atau baru lepas landas (take off) dari Ngurah Rai, saat mereka menaiki unta.
“Matahari terbenam di sini juga menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan karena tidak ada yang seperti itu,” tambah Yudistira.
Meskipun unta jarang ditemukan di Bali dan wilayah lain di Indonesia, papar Yudistira, namun pemeliharaan hewan ini “tidak terlalu sulit”. Unta, yang dibawa dari Australia, makanan utamanya rumput. Namun kadang-kadang ia memberinya wortel, pisang dan ubi jalar.
Wahana unta tepi pantai telah menarik wisatawan lokal dari Bali, wisatawan Indonesia, dan juga wisatawan asing.
Sebelum pandemi virus corona, tamu Yudistira antara lain wisatawan dari Jepang, Australia, Cina, dan Korea Selatan.
Setelah dua tahun ditutup karena pandemi, kini bisnis pariwisata dan perhotelan di Bali kembali menggeliat.
Menurut data Kementerian Pariwisata, hingga Juli 2022, lebih dari 617 ribu wisatwan asing dari berbagai negara telah masuk ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, jumlah wisatawan asing hanya 35 orang.[]





















