London, Gontornews -– Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sejumlah peneliti asal lingkungan hidup menemukan bahwa menjaga ekosistem di dunia dari campur tangan manusia merupakan solusi terbaik untuk melindungi keanekargaman hayati ketimbang memulihkan ekosistem yang sudah rusak.
“Pemulihan pasif harus dianggap sebagai pilihan pertama,” sebut peneltian yang dilakukan oleh Holly P Jones dkk yang berjudul Restoration and repair of earth’s damage ecosystems.
“Jika pemulihan berlangsung lambat, maka tindakan restorasi harus menyesuaikan dengan pengentasan hambatan secara spesifik yang terkait dengan pemulihan serta mencapai tujuan restorasi,” tambahnya sebagaimana dilansir Science Alert.
Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of The Royal Society, periset menemukan bahwa menghentikan kegiatan yang merusak alam seperti deforestasi (penebangan liar) sama baiknya dengan melakukan restorasi aktif.
Namun, baik restorasi aktif maupun pasif tetap tidak dapat memperbaiki rusaknya ekosistem meski keduanya merupakan respon atas dampak negatif dari rusaknya ekositem akibat pembangunan dan industri.
Jika usaha ini tidak memulihkan kondisi ekosistem dengan cepat, mungkin membuat peneliti akan fokus dalam melakukan tindakan lain yang dapat membuat perbedaan. [Mohamad Deny Irawan]























