Brussels, Gontornews — Aliansi NATO dapat menjadi lebih kuat setelah periode perpecahan internal dan harus menjaga Turki di jantung hubungan transatlantik, kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada 23 Maret.
Blinken mengatakan, meskipun ada perbedaan pandangan dengan Turki, Amerika Serikat dan NATO memiliki minat yang kuat untuk menjaga Turki tetap berada dalam aliansi tersebut.
“Turki adalah sekutu lama dan berharga,” kata Blinken, seraya mengatakan bahwa Ankara juga berkepentingan untuk tetap berada dalam aliansi itu.
Pernyataan Blinken disampaikan dalam pidatonya dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menjelang pertemuan para menteri luar negeri NATO.
Blinken juga mengatakan NATO telah menunjukkan keefektifannya dalam menangani beberapa ketidaksepakatan, terutama di Mediterania Timur, “berfungsi sebagai kendaraan untuk dekonflik, untuk de-eskalasi, untuk menemukan jalan ke depan.”
Menyebutnya sebagai “langkah positif”, pejabat AS itu mengatakan pekerjaan itu harus dilanjutkan.
Sementara itu Stoltenberg mengatakan, ada ketidaksepakatan dan kekhawatiran mengenai keputusan Turki untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia dan situasi di Mediterania Timur.
“Pada saat yang sama, saya sangat percaya bahwa NATO harus menjadi platform tempat sekutu membicarakan perbedaan. Dan kemudian kami membahasnya, dan itulah yang kami coba lakukan,” katanya dikutip Hurriyetdailynews.com.
Stoltenberg mengatakan NATO dapat membentuk mekanisme de-konflik antara Turki dan Yunani untuk mengurangi risiko insiden dan kecelakaan di Mediterania Timur, dan kehadiran angkatan laut NATO di Laut Aegea menyatukan Turki, Yunani, dan Uni Eropa. []






















