Kigali, Gontornews — Menteri Luar Negeri Rwanda, Louise Mushikiwabo, telah mengonfirmasi bahwa negara tersebut sedang bernegosiasi dengan Israel untuk menampung 10 ribu pencari suaka dari Afrika. Demikian menurut sebuah surat kabar lokal Rwanda.
Dalam sebuah wawancara dengan The New Times, Louise Mushikiwabo mengatakan, kedua negara belum mencapai kesepakatan mengenai berapa banyak pencari suaka yang saat ini berada di Israel yang pada akhirnya dapat dimukimkan kembali di Rwanda.
“Kami telah berdiskusi dengan Israel untuk menerima beberapa imigran dan pencari suaka dari Afrika yang bersedia datang ke Rwanda,” kata Mushikiwabo kepada surat kabar tersebut.
“Jika mereka merasa nyaman untuk datang ke sini, kami bersedia untuk mengakomodasi mereka. Kami masih membahas bagaimana mata pencaharian mereka di Rwanda,” katanya seperti dikutip Aljazeera.
Namun Mushikiwabo tidak menjelaskan kapan hal itu akan dilakukan.
Komentar Mushikiwabo tersebut muncul kurang dari seminggu setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa pemerintahnya akan berusaha untuk menyingkirkan 4 40 ribu pencari suaka dari negara tersebut.
“Ini sangat penting,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad, pada hari yang sama kabinet Israel memutuskan untuk menutup sebuah pusat penahanan di Gurun Negev selatan negara itu yang saat ini menampung lebih dari 1.000 pencari suaka.
Israel saat ini menjadi menampung sekitar 40.000 pencari suaka, menurut data pemerintah. Itu termasuk 27.500 orang Sudan dan 7.800 pencari suaka Eritrea, seperti yang telah dilaporkan badan pengungsi PBB (UNHCR).
Pejabat Israel mengatakan, mereka berniat untuk merapikan pusat penahanan Holot dalam empat bulan ke depan dan memberi dua pilihan kepada pencari suaka dari Afrika: penahanan tanpa batas waktu di Israel, atau dideportasi ke negara ketiga, dengan atau tanpa persetujuan mereka.
Menurut harian Israel Haaretz, Israel akan membayar Rwanda US$ 5.000 untuk setiap pencari suaka yang disetujui untuk diterima.
Selain itu, Israel juga akan membayar setiap pencari suaka US$ 3.500 untuk meninggalkan Israel dan membelikan tiket penerbangan mereka dari negara tersebut. [Rusdiono Mukri]


















