Davos, Gontornews — Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki, Mevlüt Çavuşoğlu, pada 22 Januari mengatakan, serangan rezim Suriah di Idlib yang dikuasai pemberontak “tidak dapat diterima” dan meminta Rusia untuk mematuhi gencatan senjata yang baru-baru ini diinisiasi oleh Turki dan Rusia sebagai negara penjamin.
“Serangan rezim [Suriah] terhadap warga sipil, tanpa diskriminasi apa pun, tidak dapat diterima. Kami berharap Rusia berkomitmen pada janji gencatan senjata sebagai penjamin rezim,” kata Mevlüt Çavuşoğlu pada pertemuan tahunan ke-50 Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Pernyataan menteri tersebut disampaikan di panel “Pandangan Geopolitik: Timur Tengah dan Afrika Utara” ketika dia ditanya tentang hubungan Turki dengan Rusia.
Çavuşoğlu juga mengatakan bahwa Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, juga telah menyuarakan keprihatinan tentang Idlib kepada mitranya dari Rusia Vladimir Putin pada KTT Berlin 19 Januari di Libya.
Tetapi perspektif yang berbeda dari Ankara dan Moskow tidak menimbulkan hambatan untuk bekerja sama dalam masalah-masalah penting, menurut diplomat top itu. Dia juga menambahkan bahwa Turki sedang dalam dialog dengan Iran, juga mengenai masalah-masalah Suriah.
Menurutnya ada banyak masalah di Timur Tengah seperti konflik Israel-Palestina, perang di Suriah dan masalah di Libya, Yaman dan Irak, Çavuşoğlu mengatakan bahwa Turki “secara aktif” menunjukkan upaya untuk menyelesaikan masalah-masalah itu. []




















