Diwartakan Anadolu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam pidatonya di Konferensi Duta 10 di ibukota Ankara mengatakan Sudan menunjukkan solidaritasnya di setiap kesempatan, khususnya dalam perjuangan turki melawan FETO.
Berbicara tentang kebijakan penjangkauan Afrika Turki, kata Cavusoglu, Sudan adalah mitra yang sangat penting bagi Turki. Cavusoglu juga ingat bahwa Turki adalah mitra strategis Uni Afrika.
Memuji hubungan bilateral antara kedua negara, Cavusoglu mengatakan maskapai penerbangan nasional Turkish Airlines akan meluncurkan penerbangan ke Port Sudan.
Menurutnya, kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdogan ke Sudan sangat sukses terutama pada isu Pulau Suakin. Erdogan telah mengunjungi Pulau Suakin di pantai barat Laut Merah pada 25 Desember 2017, sebagai bagian dari kunjungan resmi dua hari di negara Afrika utara itu.
BACA JUGA
Kota ini berada di bawah kekuasaan Ottoman antara 1555 dan 1865. Selama kunjungan Erdogan ke negara itu, Sudan setuju untuk menyerahkan pulau Suakin di timur laut secara temporer ke Turki untuk dibangun kembali.
Tujuan Turki adalah untuk mengubah Pulau Suakin menjadi pusat daya tarik karena pulau itu sedang dipugar oleh lembaga yang dikelola negara Turki. “Renovasi Pulau Suakin berjalan lancar,” katanya.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Sudan, Al-Dirdiri Mohamed Ahmed juga memuji hubungan antara kedua negara. “Sudan dan Turki sedang menyaksikan waktu hubungan yang sangat istimewa,” katanya.
Berbicara tentang investasi ke negara-negara Afrika, Menteri Luar Negeri Sudan mengatakan negara-negara yang ingin berinvestasi dan berdagang dengan negara-negara Afrika perlu menjadi petualang.
“Jika Turki ingin masuk ke Afrika, Turki perlu membangun warisan itu,” katanya mengingat pengaruh Ottoman di negara Afrika itu. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















