Jakarta, Gontornews — Menghadapi Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka X Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sukses mengadakan pertemuan Pramuka Peduli Tingkat Nasional di Lanud Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat, Jumat-Ahad (7-9/9).
Acara ini merupakan kegiatan nasional terakhir yang diadakan Kwarnas pada masa kepemimpinan Kak Adhyaksa Dault sebelum Munas yang rencananya akan dilaksanakan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 25-29 September 2018 mendatang.
Pertemuan Pramuka Peduli ini membahas banyak hal yang sudah didiskusikan berkaitan dengan persoalan, baik dalam sisi kelebihan, kekurangan, tantangan maupun peluang yang dimiliki. Pertemuan ini juga dalam rangka menyolidkan gerakan Pramuka Peduli di seluruh Indonesia.
Andalan Nasional Kwarnas Urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana) Kak Ranggawisnu mengatakan, dari hasil diskusi yang dibagi dua kelompok, ada sejumlah rekomendasi yang nantinya akan disampaikan di forum Munas Gerakan Pramuka yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara.
“Di akhir acara kemarin itu, kita sudah melakukan diskusi panjang dengan dibagi dua kelompok, untuk membahas sejumlah persoalan di Pramuka Peduli. Kemudian kita inventarisir dan kita buatkan rekomendasinya untuk dibawa ke Munas,” ujar kak Rangga, seperti dilansir dari laman pramuka.or.id, Jumat (14/9)
Kak Rangga berharap, rekomendasi itu bisa mendapat respons positif di forum tertinggi Gerakan Pramuka sebagai bahan masukan. Berikut rekomendasi yang disepakati dalam pertemuan Pramuka Peduli yang dibagi dua kelompok.
Kelompok I
- Pemantapan atau penegasan bentuk dari wadah Pramuka Peduli atau kelembagaannya.
- Pengembangan bidang pada Pramuka Peduli agar dikembangkan secara optimal.
- Mengutamakan materi Pramuka Peduli masuk dalam sistem pendidikan kepramukaan (SKU, SKK dan Garuda) dari masing-masing golongan serdik (S, G, T/D).
- Implementasi materi Pramuka Peduli dengan tidak meninggalkan prinsip dasar dan metode Kepramukaan.
- Kwarnas bisa memfasilitasi kepada Kwarda atau Kwarcab terkait MoU atau PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan lembaga yang memiliki hubungan dengan Pramuka Peduli.
- Kwarnas menindaklanjuti informasi dari BNPB yang akan memfasilitasi untuk mendidiK adik-adik Pramuka sebagai fasilitator SPAB di kwartir masing-masing.
Kelompok II
- Pramuka Peduli Kwarnas perlu memberikan bantuan kepada para korban bencana NTB berupa tenda, rumah darurat, SARPAS (alat angkut dan sebagainya) alat kesehatan, pendidikan, dan juga trauma healing bekerjasama dengan Kwarda dan Kwarcab.
- Identitas Pramuka Peduli harus ditampilkan dalam semua bantuan atau fasilitas yang dilakukan Pramuka Peduli.
- Kwarnas sampai Kwarcab membuat laporan atau menyusun pelaksanaan penangungulangan bencana baik berupa bantuan fisik ataupun uang.
- Kwarnas perlu membuat rekening khusus Pramuka Peduli dalam rangka pengumpulan dana secara keseluruhan dari tingkat Kwarnas sampai Gugus Depan agar terorganisir dengan rapih. Kwarnas juga perlu melakukan kerja sama dengan pihak terkait seperti Kementerian Sosial sehingga bisa memperkuat posisi Pramuka Peduli.
- Kwarnas bisa melaksanakan Kemah Bakti di Lombok, NTB, dalam rangka mengoptimalkan peran Pramuka Peduli di daerah tersebut. [Al Hafidh]




















