10
Tonton Selengkapnya
25 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 12 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Menyoal Disertasi UIN JOGJA dan Liberalisasi Pendidikan Tinggi Islam

Oleh Ahmad Sastra, Dosen UIKA Bogor

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
4 September 2019
in Kolom
0
Menakar Masa Depan Politik Identitas

*CACAT EPISTEMOLOGI*. Kontroversi disertasi Abdul Aziz dimulai dari penggunaan interpretasi hermeneutik terhadap ayat-ayat Al Qur’an tentang konsep Milk Al Yamin atau kepemilikan budak. Sebagaimana diketahui bahwa interpretasi hermeneutik adalah suatu pendekatan rasional atas teks kitab suci. Makna rasional dalam hermeneutik ditimbang dengan nilai-nilai sekulerisme Barat seperti demokrasi, kebebasan dan HAM.

Secara epistemologi, pendekatan hermeneutika merupakan interpretasi yang berbahaya dan cenderung ngawur jika dikaitkan dengan teks kitab suci. Interpretasi inilah yang awalnya dipakai untuk menafsirkan ulang bibel yang berdampak pada perpecahan jemaatnya. Gilanya, interpretasi ngawur ini sekarang dijadikan sebagai metode resmi menafsirkan Al Qur’an di beberapa perguruan tinggi Islam negeri.

Metode hermeneutika adalah proyek liberalisasi pendidikan tinggi Islam, khususnya di Indonesia. Barat menggelonyorkan uang untuk membiayai proyek ini dengan berbagai program seperti beasiswa pendidikan, pendirian LSM komprador, riset keagamaan dan sosial. Targetnya adalah liberalisasi kaum intelektual di kampus-kampus Islam.

Dengan proyek inilah banyak kaum intelektual muslim yang terpapar liberalisme pemikiran. Bahkan di antara mereka dengan bangganya menjadi agen perusak Islam dengan berbagai gelar akademik yang diberikan oleh Barat. Mereka begitu alergi dengan Islam, namun begitu bangga dengan Barat. Kaum liberal ini tak ubahnya sebagai pelacur intelektual.

BACA JUGA

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

Ironisnya, pemikiran ngawur kaum liberal justru menjadi semacam kebanggaan mahasiswa dan kampus. Makin ngawur, makin dianggap sebagai kaum intelektual, begitulah rumus liberalisme pemikiran dengan hermeneutika sebagai metodenya. Padahal hakekatnya sesungguhnya mereka tidak sedang berfikir, namun sedang merusak sendi-sendi Islam.

Idealnya perguruan tinggi Islam adalah gudangnya kaum intektual muslim, ulama dan ilmuwan yang mampu menjadi benteng umat dari serangan sekulerisme, pluralisme dan liberalisme. Adalah bencana akademik, kaum intelektual muslim yang mestinya menjadi penjaga Islam justru menjadi bagi dari orang-orang yang menghancurkan Islam.

Filsafat dan metode hermeneutika yang diimpor dari Barat sekuler anti Islam justru ditelan mentah-mentah oleh kaum intelektual muslim. Lebih ironis lagi jika kaum intelektual muslim sengaja menjadi agen Barat untuk merusak Islam dengan imbalan sebongkah nasi busuk. Maka kerjaan mereka adalah membuat framing negatif, fitnah, tuduhan atas agama Islam untuk menimbulkan islamophobia di tengah-tengah masyarakat.

Interpretasi hermeneutika atas teks Al Qur’an akan menimbulkan kerancuan dan kesesatan. Selain tidak ilmiah, metode ini juga melanggar ketentuan syariah dalam bidang tafsir. Sebab dalam perspektif hermeneutika, siapapun boleh menafsirkan Al Qur’an seenak. Maka bisa disimpulkan bahwa metode hermeneutika akan menghasilkan cacat epistemologi.

Mengapa metode hermeneutika cacat epistemologi, sebab metode ini menggunakan paradigma sekuler Barat dalam menafsirkan Al Qur’an dan mengabaikan pemikiran Islam. Ibarat mengoperasikan HP dengan menggunakan panduan mesin cuci, maka HP itu akan rusak seketika. Ibarat membangun rumah, tapi diserahkan kepada pemadam kebakaran.

Islam mengajarkan nilai bahwa jika suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tinggal tunggu kehancurannya. Nah bagaimana jika penafsiran Al Qur’an diserahkan kepada musuh-musuh Islam, apa yang akan terjadi ?. Cacat epistemologi bahasa sederhananya adalah ngawur dan menyesatkan, misalnya yang dihalalkan Allah dianggap haram dan yang diharamkan Allah justru dianggap halal. Jelas menyesatkan bukan ?.

Terlepas dari analisis di atas, maka bagi saya, menganalogikan pacar sebagai budak, sehingga berkesimpulan bahwa hubungan seks di luar nikah dengan pacarnya hukumnya boleh dan tidak melanggar syariah adalah sesat dan menyesatkan. Analogi Milk Al Yamin dengan pacar adalah analogi yang cacat.

*CACAT PROSEDUR*. Disertasi adalah karya ilmiah yang ditulis oleh seorang sarjana yang ingin meraih gelar doktor secara formal akademik. Disertasi adalah karya ilmiah yang paling tinggi dalam strata kesarjanaan. Disertasi bisa merupakan hasil dari riset lapangan dan bisa juga merupakan kajian literatur.

Kajian literatur disertasi bisa berupa penguatan pendapat tokoh dan bisa juga mengkritiknya. Hasil sebuah disertasi adalah pemikiran yang cemerlang sebagai solusi atas permasalahan yang diangkat. Perguruan tinggi Islam diharapkan akan menghasilkan para intelektual muslim yang memiliki pemikiran cemerlang dan berkontribusi positif mengatasi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan. Tentu saja solusi yang berdasarkan paradigma Islam.

Secara proseduran, penulisan disertasi, setidaknya melalui lima tahap. Pertama dalah pengajuan proposal kepada pihak kampus untuk selanjutnya ditangani pembimbing. Kedua, seminar proposal untuk kemudian disetujui sebagai judul riset. Ketiga, penelitian dan penulisan disertasi dengan bimbingan tim pembimbing. Keempat, ujian tertutup untuk menentukan kelulusan atau perbaikan disertasi didepan para penguji. Kelima, siding terbuka sebagai bakti bahwa disertasi telah dinyatakan lulus, sebab telah melalui proses pengujian, perbaikan dan keputusan kelulusan pasca siding tertutup.

Nah, jika setelah selesai siding terbuka, namun terdapat kesalahan mendasar, maka bisa karena cacat prosedur, bisa juga karena cacat epistemologi. Secara proseduran, sidang terbuka adalah hanyalah seremoni untuk bisa disaksikan publik dari hasil disertasi yang sudah dinyatakan lulus. maka, jika ternyata terdapat kesalahan fatal sebagaimana dialami oleh Abdul Aziz yang menghalalkan zina, maka patut dicurigai, baik kampus dan tim penguji serta pembimbangnya.

Baik secara prosedural maupun epistemologi, menurut pandangan penulis, disertasi saudara Abdul Aziz merupakan tamparan keras kepada kampus UIN Jogja. Dengan adanya kasus ini, maka terbukalah apa yang terjadi di UIN Jogja. Kampus yang seharusnya menjaga Islam, justru ikut merusak Islam.

*SOLUSI DAN REKOMENDASI*. Masalah disertasi ini bukan masalah yang sederhana, sebab melibatkan perguruan tinggi Islam dan berkaitan dengan syariat Allah tentang suatu masalah yang sudah sangat jelas. Reputasi kampus UIN Jogja akan dipertaruhkan saat meluluskan disertasi yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Islam.

Disertasi ini, meski disebut karya ilmiah, bisa juga merupakan delik hukum sebagai penistaan atas Islam. Perguruan tinggi Islam yang meluluskan disertasi yang bertentangan dengan Islam bisa saja dinon aktifkan atau setidaknya rektornya dipecat. Sebab jika kasus ini tidak ditangai secara benar dan serius, maka Islam akan semakin dihina oleh musuh-musuh Islam. Alih-alih menjaga kemuliaan Islam, perguruan tinggi Islam justru andil dalam menghancurkan Islam itu sendiri.

Untuk itu kementerian agama dan MUI serta ormas-ormas Islam harus bersepakat mencari solusi fundamental atas kasus ini. Pertama, mesti dirumuskan kembali kajian studi Islam agar tidak bertentangan dengan Islam itu sendiri. Kedua, bersepakat untuk menghilangkan metode hermeneutika, pemikiran liberal, sekuler dan pluralisme yang telah diharamkan MUI dari perguruan tinggi Islam. Ketiga, memberikan sanksi tegas kepada kampus UIN Jogja dan rektornya atas pelanggaran kode etik ini. Keempat, reorientasi dan rekonstruksi visi misi perguruan tinggi Islam sebagai pelopor kebangkitan peradaban Islam di dunia. Kelima, melakukan standarisasi dosen-dosen muslim yang benar-benar berkualitas.

Semoga kasus ini yang terakhir, semoga tidak ada lagi pemikiran-pemikiran sesat tumbuh dan muncul dari perguruan tinggi Islam. Sebaliknya dengan adanya kasus ini, semoga pemerintah sadar dan membangun perguruan tinggi Islam yang akan memajukan Islam, bukan malah merusak Islam.

Meski selama sistem sekulerisme masih bercokol di negeri ini, kasus-kasus seperti ini tidak akan bisa hilang seratus persen, bahkan bisa jadi makin bertambah. Berbeda jika negeri ini menggunakan sistem Islam, maka seluruh aspek di negeri ini harus disesuaikan dengan Islam, terutama bidang pendidikan.

*[AhmadSastra,KotaHujan,04/09/19 : 15.15 WIB]*

Tags: DisertasiLiberalisasiUIN Jogja
Share47Tweet30Send
Previous Post

Bangladesh Tutup Jaringan Internet di Kamp Pengungsian Cox’s Bazar

Next Post

Muzammil Yusuf: Virus Disertasi Freesex Ancam Harmoni Keluarga!

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

2 July 2026
Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

4 July 2026
Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor  ‎

Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor ‎

8 July 2026
Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

1 July 2026
Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

7 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

0
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

0
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

0
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

9 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

9 July 2026
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

9 July 2026
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

9 July 2026
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

8 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result