Alexandria, Gontornews — Enam orang yang diduga terkait serangan bom mematikan di Alexandria Sabtu lalu, tewas setelah ditembak Polisi Mesir. Hal itu disampaikan pihak berwenang Mesir, Minggu (25/3).
Kementerian Dalam Negeri Mesir, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah menemukan sarang teroris yang merupakan milik sayap bersenjata Persaudaraan Muslim yang dilarang di Negeri Fir’aun tersebut.
“Kementerian dalam negeri telah memberikan pukulan yang efektif terhadap sayap bersenjata Ikhwanul Muslimin. Terjadi saling tembak dengan unsur-unsurnya dan menyebabkan pembunuhan enam orang,” kata pernyataan itu, Aljazeera.
Ledakan bom di kota Alexandria terjadi di dekat Tolip Hotel di Rushdi yang merupakan wilayah di kota kedua Mesir. Serangan bom juga terjadi tepat di dekat iring-iringan Mayor Jenderal Mostafa al-Nemr, Kepala Keamanan di Alexandria dan menewaskan dua tentara.
Serangan bom Alexandria terjadi beberapa hari sebelum waktu pemilihan umum berlangsung di Mesir Maret ini. Sebab di Kota tersebut Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sisi yang mengajukan kembali sebagai Presiden Mesir periode berikutnya dipastikan akan menang.
Beberapa lawan Sisi telah mengundurkan diri dalam pemilihan menjelang pemungutan suara. Salah satunya purnawirawan militer Sami Anan dan mantan perdana menteri Ahmed Shafik.


















