Ponorogo, Gontornews — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menjalin kerjasama dengan Institut Penelitian Pengobatan Islam asal Cina, Qinghai Hui.
MoU kerjasama itu ditandatangani di Gedung Utama Lantai 4 Kampus Pusat UNIDA Gontor, Jumat (23/3), oleh Pembantu Rektor I UNIDA Dr Hamid Fahmy Zarkasyi MA Mphil dan CEO Institut Penelitian Pengobatan Islam Cina Dr Tan Qi Long.
“Today is very historical day of UNIDA,” tutur Rektor UNIDA Gontor Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi MA dalam sambutannya.
Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dosen maupun mahasiswa UNIDA di bidang farmasi.
Dr Tan Qi Long menyatakan, Indonesia memiliki potensi dalam pengembangan pengobatan herbal. Dari 30.000-50.000 jenis tanaman yang ada di Indonesia, hanya 7.000-7.500 yang telah dikaji dan diteliti.
Tan menyampaikan, Islamic Medicine yang dikembangkan di Cina mengambil referensi dari karya Ibnu Sina, Al-Qaanuun fii-th Thibb. Karya ini telah ada terjemahannya dalam bahasa Inggris dan Cina. Ia berharap karya ini bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
“Kami bertanggung jawab untuk mengajari kalian sampai bisa,” kata Tan mengakhiri presentasinya. [Iqbal]

























