Dhaka, Gontornews — Aliansi Demokratik Kiri (Left Democratic Alliance/LDA) memprotes kebijakan Pemerintah Bangladesh terkait dengan kenaikan harga gas hingga 30 persen di depan kantor Kementerian Energi Bangladesh di Dhaka, Ahad (14/7).
Sebelumnya, Komisi Regulasi Energi Bangladesh (Bangladesh Energy Regulatory Comission/BERC) mengumumkan kenaikan harga gas hingga 32,8 persen terhitung sejak 1 Juli 2019.
Pemimpin demonstran, Ruhin Hossain mengatakan bahwa pihaknya memprotes kebijakan tersebut karena dirasa memberatkan rakyat. Dalam demonstrasi tersebut, pihak kepolisian setempat bertindak agresif untuk mencegah tindakan anarkis. Namun, Ruhin menolak anggapan tersebut.
“Kami mencoba untuk pergi ke kantor Kementerian Energi untuk menyampaikan kekhawatirkan kami terhadap kenaikan harga gas. Akan tetapi, polisi mencegah dan bentrokan tidak dapat dihindarkan,” kata Ruhin yang juga Sekretaris Partai Komunis Bangladesh sebagaimana dilansir Reuters.
Sementara itu, Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengatakan bahwa penyesuaian harga yang ditetapkan Pemerintah terhadap gas diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Bangladesh. [Mohamad Deny Irawan]




















