Kuala Lumpur, Gontornews – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. menyebut nominal barang sitaan yang diduga terkait dengan skandal 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) dari kediamannya sangat politis.
Bagi Najib, penyesuaian harga kekinian dengan lamanya waktu pemberian membuat nominal barang disita yaitu hampir 275 juta dolar Amerika Serikat menjadi bias.
“Barang yang disita merupakan hadiah dari teman, pejabat asing termasuk bangsawan yang dalam berbagai kesempatan melakukan kunjungan maupun acara keluarga,” kata Najib sebagaimana dilansir Reuters.
“Setiap penilaian yang didasari harga eceran yang dipadukan dengan harga hari ini tidak realistis. Karena ada kemungkinan harganya akan meningkat sehinga memberikan gambaran yang terdistorsi. Hal ini dimungkinkan karena barang-barang tersebut diterima sebagai hadiah dalam beberapa periode (kepemimpinan saya),” tambah Najib sambil menyebut bahwa dugaan kepemilikan barang mewah tersebut sebagai politik pembalasan.
Sebelumnya, Najib mengklarifikasi bahwa sejumlah tas mewah yang disita merupakan pemberian menantunya yang merupakan keponakan dari Presiden Kazahkstan, Nursultan Nazarbayev.
“Ya, ini adalah hadiah terutama untuk putri saya. Mereka benar-benar memberikan barang tersebut kapan saja dan dari siapa saja,” tutur Najib.
Ia menyebut menantunya, Daniyar Nazarbayev, keponakan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev sebagai pihak yang membelikan tas tersebut kepada Rosmah, istri Najib.
“Orang mungkin merasa sulit untuk memahami. Tetapi, menantu saya mendapatkan tas-tas tersebut langsung dari sumbernya, lima hingga enam model sekaligus,”
“Jadi tidak ada hubungannya dengan 1MDB jika (pemberian tersebut) berasal dari Kazakhstan,” pungkas Najib. [Mohamad Deny Irawan]





















