Jember, Gontornews — Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) periode 2015-2016, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti bersama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Drs KH Akrim Mariyat, meresmikan Masjid Jami’ Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember. Sebagai informasi, Jenderal Badrodin Haiti tercatat pernah menjadi santri Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember.
“Saya dulu seperti kalian, santri yang belajar hidup mandiri, disiplin dan berjuang dengan keterbatasan,” kata Jenderal Badrodin Haiti saat memberikan sambutan peresmian Masjid Jami’ Baitul Arqom Jember, Ahad (26/10/2025).
“Kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak,” sambungnya saat mengenang masa hidup sebagai santri di depan para hadirin yang memadati pesantren anggota Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) tersebut.
Jenderal Badrodin melanjutkan tentang pilihan untuk terus berjuang dalam hidup dan menolak untuk menyerah dengan keadaan. Ia mengaku harus menempuh perjalanan sejauh 8-10 km dengan sepeda pancal bersama ayah untuk bisa mengenyam pendidikan dan belajar di sekolah.
“Saya bukan anak pejabat. Saya anak guru yang tidak bergaji. Tapi saya punya semangat dan itu modal terbesar saya,” ungkap jenderal polisi bintang empat itu.
“Kalau kalian mau berjuang, disiplin dan tidak menyerah, kalian juga bisa sukses. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang punya tekad,” sambungnya disambut dengan tepuk gemuruh para santri dan tamu undangan peresmian Masjid Jami’ Darul Arqom Jember yang memadatani Auditorium Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember.
Ia menambahkan bahwa setiap anak memiliki potensi besar sekalipun belum mereka sadari. Pada posisi inilah pendidik juga berperan untuk membantu para santri menemukan serta mengembangkan potensi itu.
“Semua orang punya kelebihan. Tinggal bagaimana kalian mengenali dan mengembangkannya. Jangan sekali-kali takut gagal karena (dari) kegagalan kita belajar untuk jadi lebih baik,” tegasnya sebagaimana dilansir laman resmi Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, baitularqom.id.
“Jangan merasa kecil, kalian punya potensi luar biasa. Gunakan waktu di pondok dengan sebaik-baiknya untuk menempa diri. Karena kalau orang lain bisa, kalian juga pasti bisa!” tutupnya penuh semangat. [Mohamad Deny Irawan]


















