pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 3 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Nasionalisasi Freeport, Mengapa Tidak?

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
20 February 2018
in Nasional
0

Memasuki Desember 2015, publik dihebohkan oleh skandal pencatutan nama presiden dan wakil presiden. Tak tanggung-tanggung sumber kehebohan berawal dari laporan Menteri ESDM Sudirman Said kepada Mahkamah Kehormatan Dewan. Intinya ada oknum anggota dewan – belakangan diketuai bernama Setya Novanto (SN, Ketua DPR)—terlibat dalam pertemuan segitiga antara Ketua DPR, Presdir Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin,  dan pengusaha M Reza Cholid.

Dari rekaman yang beredar dan diputar dalam sidang MKD DPR RI terungkap adanya pembicaraan ihwal ‘permintaan’ 20% saham freeport –11% buat Presiden Jokowi dan 9% buat Wapres JK—sebagai salah satu syarat perpanjangan Kontrak Karya Freport  yang akan berakhir tahun 2021.  Saling sanggah dan saling curiga pun muncul antara kelompok SN di DPR dengan pihak istana. Kebetulan, nama Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan disebut berali-kali dalam rekaman itu. Sementara itu, beberapa elemen masyaakat pun bereaksi keras menuntut tanggungjawab pihak-pihak terkait.

Di sini, penulis tak hendak membicarakan ihwal heboh politik-ekonomi, dengan beragam ekor dan bumbunya itu. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyooti sisi lain dari tuntutan  saham dan bagi hasil untuk negara.  Sejatinya, selama tidak untuk kepentingan pribadi (dengan kata lain untuk kepentingan rakyat dan negara semata) Pemerintah –entah lembaga kepresidenen maupun lembaga legislatif—sangat wajar meminta saham dan bagi hasil yang lebih besar dari Freeport, yang telah mengeruk kekayaan tambang tembaga dan emas di Pegunungan Jayawijaya, Papua, sejak 1967.

Untuk diketahui, Freeport sudah dua kali mendapat konsesi Kontrak Karya. Kontrak Pertama berlaku 1967-1997. Tapi, sementara Kontrak Karya I belum selesai, Kontrak Karya II siudah disepakati tahun 1991. Jadi, Kontrak Karya II baru akan selesai tahun 2021. Dua tahun sebelumnya, 2019 adalah tenggat untuk negosiasi dengan opsi tambahan kontrak 2×10 tahun. Artinya, jika deal eksistensi Freeport bisa sampai 2041.

BACA JUGA

BAZNAS Hadirkan Balai Ternak Kambing Perah di Wonogiri, Perkuat Ekonomi Peternak Mustahik

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

BAZNAS Dirikan Masjid Darurat untuk Warga Terdampak Gempa di Palu

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

Perkuat Ekonomi Mustahik, BAZNAS Hadirkan Program Kampung Zakat ZCD di Sumbar

Sebenarnya, berapa nilai yang diperoleh Indonesia? Menurut data resmi Freeport, selama kurun 1991-2014, Indonesia telah mendapat bagian 15,7 milyar dolar. Kalau dirupiahkan dengan kurs sekarang (13.850 per dolar AS) adalah 217,45 trilyun. Sepintas angka ini cukup besar, kira-kira  setara dengan 10% dana APBN.  Tapi,  jika dibandingkan dengan total pendapatan yang diperoleh Freeport sesungguhnya nilainya hanya sekitar 1-3% saja.

Sebagai ilustrasi,  Tahun 2013, Freeport  memiliki aset 28,39 milyar dolar. Pendapatan dari eksplorasi tambang dia Ertsberg dn Grasberg mencapai 18,98 milyar, laba usaha 8,987 milyar, dan laba bersih 4,34 milyar. Indonesia dua tahun lalu hanya mendapat bagian 484 juta dolar atau setara dengan 2,5% pendapatan Freeport. Bagian itu terdiri dari royalti 101 juta dolar (0,53%) dan pajak 383 juta dolar (2%). Jika basisnya laba usaha, maka bagian Indonesia adalah  atau 5,38%, tediri dari royalti 1,1% dan pajak 4,28%. Tahun lalu (2014), Indonesia mendapat bagian 421 juta dolar. Ini juga hanya 539 juta dolar (sekitar 2,82% pendapatan Fresport, dengan perincian royalti  118 juta dolar (0,62%) dan pajak 421 juta dolar (2,2%).  Jika basisnya laba usaha, maka Indonesia hanya mendapat 5,98% terdiri dari royalti 1,3% dan pajalk 4,68%.

Bayangkan,  selama hampir 50 tahun Freeport menguasai tambang emas dan tembaga di Papua, Indonesia hanya mendapat bagian royalti sekitat 1,1-1,3%  (sumber lain menyebut 1-3,5%) dan pajak sekitar 5% saja. Padahal, dalam Islam, zakat tambang itu sekitar 20%.  Jika ketentuan zakat saja diterapkan kepada Freeport, maka Indonesia setiap tahun berhak mendapat bagian sekitar 3,8 milyar dolar setahun atau setara Rp 526,3 trilyun. Ini dapat menutup 26,3% anggaran APBN.

Apakah tuntutan mendapat saham 20% berlebihan? Sejatinya, tidak sama sekali. Secara regulasi, Peraturan Pemerintah No 77/2014  tentang Perubahan Ketiga Atas PP No 23/2010 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara menngatur bahwa usaha penambanan bawah tanah oleh PMA maksimal hanya boleh menguasi 70%.saham (Pasal 7C).  Kemudian sesuai Pasal 97, PMA wajib melakukan divestasi saham 20%  dalam waktu enam tahun, kemudian 25%  saham (setelah 10 tahun) dan 30% (setelah 15 tahun). Berdasarkan PP yang ditetapkan Pemerintahan SBY per Oktober 2014 itu, Freeport sebenarnya sudah jatuh tempo melepas saham sedikitnya 20% pada Oktober 2015.

Jika sampai sekarang kita masih ribut dan Freeport belum mau melepas sahamnya, maka sebenarnya ini sudah melanggar hukum dan ketentuan. Pemerintah Jokowi-JK punya alasan kuat untuk memutus kontrak karya Freeport. Dengan kata lain, nasionalisasi Freeport menajdi masuk akal. Bayangkan, jika terjadi, maka Indonesia berhak atas aset senilai 28,9 milyar dolar (200% APBN) dan setiap tahun mendapat tambahan uang masuk sekitar 19 milyar dolar atau 130% APBN.

Lebih dari itu, Indonesia akan mendapat tambahan  cadangan emas 29,800 juta troy ons emas (1 troy ons = 48-gram) atau setara dengan 14.300 ton emas. Sekarang ini, Indonesia baru memiliki cadangan emas sekitar 100 ton di BI. Artinya, bila nasionalisasi Freeport terjadi, kekayaan relatif Indonesia akan melejit hingga 143 kali.  Rupiah, seperti analisis Menko Maritim dan Sumberdaya Rizal Ramli, dipastikan akan menguat tajam. Indonesia berpotensi menjadi negara terkaya, mengalahkan AS (8.133 ton) Cina (1.677 ton)  atau IMF (2.500 ton) dan Worldbank (1.800 ton).

Masalahnya, beranikah Presiden Jokowi bersikap tegas? Untuk itu, kita mungkinperlu belajar pada Venezuela yang mengambil risiko melakukan nasionalisasi perusahaan asing di negaranya. Di Arbitrasi Internasional, Pemerintah Hugo Chavez kalah dan harus membayar denda hingga milyaran dolar. Tapi, itu tidak masalah. Dari laba  setahun saja cukup untuk memnbayar sanksi internasional. Jadi, apalagi yang ditakutkan? [Dedi Junaedi, Redaktur Majalah Gontor dan Dosen Ekonomi Islam INAIS Bogor]

Tags: EmasFreeportIndonesiaNasionalisasiTambang
Share15Tweet9Send
Previous Post

BPPT Tawarkan Perangkat Surveilance Pesawat

Next Post

OPEC Gagal Bekukan Produksi Minyak Dunia

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

29 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

25 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

0
Shafar Keadilan

Shafar Keadilan

0
Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

0
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

0
UIN Jakarta Kenalkan Prodi Agribisnis yang Tak Sekadar Bertani

UIN Jakarta Kenalkan Prodi Agribisnis yang Tak Sekadar Bertani

0
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
Shafar Keadilan

Shafar Keadilan

30 July 2026
Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

30 July 2026
Sakinah Finance Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Generasi Muslimah di Kampus Aisyah binti Abu Bakar Bogor

Sakinah Finance Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Generasi Muslimah di Kampus Aisyah binti Abu Bakar Bogor

29 July 2026
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

29 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.📖 Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
📚 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.📌 Yang ditampilkan:
✅ Logo/Nama Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Media Sosial (jika ada)💚 Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result