Magelang, Gontornews — Saat liburan para santri datang, Coffee Shop Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5 Darul Qiyam Magelang tetap beroperasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi para mukimin pondok. Guru Pembimbing Coffee Shop PMDG Kampus 5 Magelang, Anggo Triyono, mengatakan bahwa praktik wirausaha pengolahan kopi merupakan proses pembelajaran mental bagi para santri.
“Di lereng merapi yang dingin ini, kami ingin santri menyalakan api semangat kemandirian dalam jiwa mereka. Coffee shop ini adalah kawah candradimuko bagi para santri,” ungkap Anggo Triyono dalam rilis yang diterima Gontornews.com.
“Saya selalu menyampaikan kepada para santri untuk jangan hanya belajar cara menyeduh kopi semata, tapi juga pelajari cara membangun sistemnya,” sambung alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor 2008 tersebut.
Anggo juga menambahkan, kesuksesan seorang santri tidak datang ujug-ujug seperti kopi sachet. Seperti halnya pengolahan kopi, kesuksesan ‘penyeduhan’ datang setelah proses ‘roasting’ ujian dan ‘brewing’ pengalaman yang konsisten.
“Kami mendidik mereka agar berani gagal di laboratorium ini. Jadi, jika hari ini mereka teliti dalam menimbang gramasi kopi, besok para santri juga akan teliti dalam menjaga amanah umat,” ucap Dosen Universitas Darussalam Gontor itu.
Sementara itu, Wakil Pengasuh PMDG Kampus 5 Darul Qiyam Magelang, Ustadz Imam Haryadi, menyampaikan harapannya agar keberadaan X-Barn Coffee, sebutan kedai kopi PMDG Kampus 5 Darul Qiyam Magelang, tidak hanya menjadi ‘tempat ngopi’ semata, tetapi juga sarana edukasi bagi guru dan santri.
“Fasilitas kafe di pondok kami ini diharapkan mampu memberikan edukasi kepada para guru untuk bisa belajar meracik kopi terbaik,” tuturnya kepada Majalah Gontor di perhelatan World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) di Cibubur, Jakarta, September 2025 silam.
Menurutnya, keberadaan kafe ini juga berpotensi memberikan pemasukan tambahan bagi operasional pondok secara tidak langsung. Dengan begitu, manfaat X-Barn Coffee ini tidak hanya dirasakan oleh pengunjung, tetapi juga oleh lingkungan pesantren.
Ustadz Imam menambahkan, suasana yang tercipta dari secangkir kopi juga bisa membantu mengurai persoalan sehari-hari. “Kami berharap X-Barn Coffee juga bisa menjadi tempat melepas penat dan mengurai sejumlah permasalahan guru maupun santri. Karena biasanya, setelah minum kopi, pikiran jadi lebih fresh,” ujarnya dengan senyum. [Mohamad Deny Irawan]






















