Bojonegoro, Gontornews — “Tepat pada 27-28 Juni 2019 kemaren, bertempat di kompleks Brimob Bojonegoro, puluhan remaja datang dari beberapa kecamatan wilayah kabupaten Bojonegoro guna mengikuti pelatihan relawan Sahabat Muda,” jelas Ahmad Muhajir kepada Gontornews.com.
Para peserta adalah siswa siswi SMA/SMK/sederajat, anggota Generasi Prestasi (Genpres) binaan Nurul Hayat Bojonegoro. Ini merupakan acara wajib, sebagai materi pelengkap selain materi-materi keagamaan, keterampilan, kemandirian yang diterima setiap pekannya.
Selama dua hari, peserta belajar tentang pengenalan kebencanaan, siaga bencana, penanganan pertama, dan motivasi menjadi relawan kemanusiaan. Hadir sebagai narasumber diantaranya Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro, Eko Susanto, Praktisi Medis RSUD Bojonegoro, Yayick Agus Rimbawan, dan relawan SIGAB NH untuk Sulteng, Ahmad Muhajir.
Dalam sambutannya, Kepala Cabang NH Bojonegoro Suluh Adi Gunawan menjelaskan kegiatan ini diadakan agar anggota Genpres NH Bojonegoro terus meningkatkan kemampuannya di bidang kerelawanan dan aksi sosial kemanusiaan.
Kegiatan ini sejalan dengan materi yang diberikan para mentor sebulan sekali, dengan menjalankan aksi kepedulian di lingkungan masing-masing. Selain itu, Nurul Hayat juga memiliki tim SIGAB (Aksi Tanggap Bencana) yang terjun ke daerah-daerah bencana untuk memberikan pertolongan kepada para penyintas.
Harapannya, pelatihan relawan sahabat muda, ini sebagai langkah kemajuan, generasi muda untuk semakin memantabkan niat dan mengokohkan semangat kepedulian sosial. Sementara itu, Eko Susanto berharap agar pelatihan ini bisa menambah wawasan generasi muda untuk peduli dalam pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.
Menurut Eko, ada 11 jenis potensi bencana di wilayah Bojonegoro, seperti banjir Bengawan Solo, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan, termasuk potensi gempa yang semuanya perlu kesiapsiagaan warganya.
Pelatihan ini juga diharapkan semakin mengokohkan tiga pilar kesiapsiagaan menghadapi bencana yaitu pemerintah, swasta, serta masyarakat termasuk media masa. “Terima kasih Nurul Hayat, yang memiliki usaha bersama-sama membangun semangat kesiapsiagaan hadapi bencana,” pungkasnya. <Edithya Miranti>



















