Lahore Gontornews — Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, Senin (9/8/2021), mendorong warga untuk menanam satu pohon di halaman rumah. Imran ingin Pakistan siap dalam menghadapi isu pemanasan global pada masa yang akan datang.
Pernyataan Imran muncul saat ia meresmikan hutan kota Miyawaki dalam rangkaian program the 10-Billion Tree Tsunami. Imran menambahkan bahwa peresmian hutan kota Miyawaki merupakan salah satu upaya menghidupkan kembali kejayaan Lahore yang lekat dengan pepohonan di masa yang lalu. Ironisnya, kini, Lahore tercatat sebagai salah satu kota paling tercemar di seluruh dunia.
“Setidaknya, (saat) kami meninggalkan (jabatan), Pakistan berada dalam kondisi yang lebih baik daripada warisan yang kami terima. Dalam 60 tahun terakhir sejarah Pakistan, 64 crore pohon ditanam hinga 2013. Sementara kami telah menanam lebih dari satu miliar pohon di Khyber Pakhtunkhwa pada periode 2013-2018.
“Sekarang kami bertujuan untuk menumbuhkan 10 miliar pohon,” imbuhnya sebagaimana dilansir Daily Times.
“Inilah Lahore, tempt kami dibesarkan, yang memiliki hutan, kebun dan udara bersih. (Tetapi) dalam waktu singkat, Lahore telah menjadi salah satu kota paling tercemar di negara ini,” sambung atlet kriket legendaris Pakistan tersebut.
Para ilmuwan juga telah memberikan saran kepada Perdana Menteri tentang segala hal yang tidak dapat dirubah ke bentuk yang lama. “Misalnya, kenaikan permukaan air laut, suhu akibat pemanasan global tidak dapt dikembalikan karena manusia telah merusak dunia sedemikian rupa.”
“Tetapi, jika seluruh manusia bergandengan tangan, kita mungkin bisa menyelamatkan diri dari bencana (perubahan iklim),” sambung Imran. [Mohamad Deny Irawan]


















