Ramallah, Gontornews — Presiden AS Donald Trump mendukung solusi dua negara untuk Palestina dan Israel. Trump membuat pernyataan itu dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Rabu (26/9) setelah bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Seperti dikutip Aljazeera, dia mengatakan solusi dua negara dapat menyelesaikan konflik Palestina-Israel yang telah berusia puluhan tahun.
Ini adalah pertama kalinya sejak menjabat bahwa Trump mendukung solusi dua negara sebagai cara terbaik untuk menyelesaikan konflik.
Namun, Husam Zomlot, kepala misi Palestina yang baru saja ditutup di Washington DC, mengecam pernyataan presiden AS itu.
“Kata-kata mereka bertentangan dengan tindakannya, dan tindakan mereka sangat jelas menghancurkan kemungkinan solusi dua negara,” kata Zumlot.
Trump juga mengatakan dia ingin mengungkapkan rincian apa yang telah lama disebut sebagai “kesepakatan abad ini” untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Menurut laporan, proposal itu melarang kembalinya lebih dari lima juta pengungsi Palestina dan menghapus status Yerusalem dari negosiasi.
“Saya suka solusi dua negara. Itulah yang menurut saya paling berhasil. Itulah perasaan saya,” kata Trump.
Dikutip media Israel, Netanyahu mengatakan setelah bertemu Trump dia “tidak terkejut” pada preferensi presiden AS untuk solusi dua negara bagi perdamaian.
Pekan lalu, AS menutup kantor diplomatik Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington karena Β Otoritas Palestina menolak perundingan dengan Israel yang ditengahi AS. [Rusdiono Mukri]





















