Jakarta, Gontornews — Tentang kabar upaya makar dalam aksi unjukrasa bela agama adalah berita bohong. Setiap aksi unjukrasa yang dilakukan masyarakat jangan dicurigai sebagai aksi yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah.
Demikian Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam talkshow “Rosi” yang tayang di Kompas TV, Kamis (4/5) malam menjelaskan.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu juga merasa tersinggung dengan adanya informasi yang berkembang di masyarakat, yang mengaitkan aksi umat Islam dengan upaya kudeta pemerintahan Presiden Jokowi.
“‘Kudeta Presiden Jokowi’, saya agak tersinggung dengan kata-kata itu, karena saya umat Islam juga,” ujarnya.
Gatot menceritakan dua organisasi Islam, yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, menjadi motor bersama rakyat dari kelompok agama lain dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
Di saat para ulama menggalang kekuatan bersama berbagai lapisan masyarakat, kata Gatot, saat itu Tentara Nasional Indonesia (TNI) belum ada.
Sehingga keinginan dan naluri pejuang rakyat Indonesialah yang kemudian berhasil membawa Indonesia menjadi negara yang merdeka meski hanya bermodalkan bambu runcing.
“Apakah sejak perjuangan itu, yang mayoritas dilakukan umat Islam, lalu dipertahankan umat Islam dan kemudian umat Islam yang merusaknya? Tidak mungkin! Buktinya aksi 411, 212, aman, damai, dan tertib,” katanya.
“Kalau ada demo, jangan dianggap makar. Pasti demo akan dilakukan dengan kedewasaan masyarakat salurkan aspirasinya, dan itu sah-sah saja,” ucapnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien/Rus]




















