Jakarta, Gontornews -– Panglima TNI, Gatot Nurmantyo bersyukur masyarakat Indonesia memiliki Pancasila sebagai ideologi bangsa. Menurutnya, warga Indonesia merupakan kumpulan ksatria dan patriot.
“Secara budaya dan antropologi, penduduk di negara ini tidak terbantahkan lagi adalah kumpulan ksatria dan patriot. Masalahnya sekarang, tinggal mendorong para pemuda anak bangsa mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Gatot Nurmantyo saat berbicara dalam Simposium nasional ‘Bangkit bergerak, Pemuda Indonesia Majukan bangsa’ di Balai Kartini, Jakarta, Senin (14/8).
Dalam orasinya, Gatot menilai bahwa kejadian teroris di Filipina yang dipelopori oleh ISIS di Marawi merupakan indikasi munculnya intoleransi dan radikalisme di wilayah Asia Tenggara. Gatot bersyukur, jika Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mendengarkan masukan dari Indonesia terkait aksi terorisme di Marawi.
“Syukurnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendengarkan perkiraan saya setahun lalu. Duerte bilang akan kesampingkan HAM demi melindungi warga negaranya dari pengaruh teroris,” katanya.
“Filipina Selatan adalah jalan masuk ke Indonesia. Maka kita harus hati-hati. Bukan mustahil, besok-besok kita dengar orang teriak ‘Allahu Akbar’ lalu menembak dan ledakan terdengar di mana-mana,” tambah Gatot.
DI Akhir, Gatot menyebut masyarakat Indonesia patut bersyukur karena memiliki Pancasila yang jadi pemersatu bangsa.
“Bicara intoleransi, seolah negara ini akan terpecah belah. Saya katakan tidak! Selama ada Pancasila, pasti negara ini utuh,” tegasnya. [Mohamad Deny Irawan]





















