Beijing, Gontornews – Pasca Berxit, ekspor dan impor China jatuh lebih dari yang diperkirakan. Setelah Inggris menyatakan keluar dari masyarakat UNi Eropa, permintaan pasar ekspor-impor dunia terus melemah. Trend ini rupanya berimbas menekan ekonomi Cina.
Kantor berita Reuter melaporkan, impor China jatuh 12,5 persen pada periode itu dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Ini adalah kejatuhan paling besar sejak Februari silam, dan sekaligus menujukkan permintaan domestik China menurun kendati ada stimulasi pertumbuhan ekonomi.
“Saya kira (kejatuhan dalam impor) sebagian besar dari sisi permintaan,” kata Ma Xiaoping, ekonom HSBC di Beijing, seperti dikutip Reuters.
Upaya pemerintah memangkas overkapasitas bisa semakin merugikan permintaan pada beberapa triwulan ke depan, sambung Ma. Ekspor China juga jatuh 4,4 persen, demikian Reuters, namun kemungkinan tekanan akan mengendur mulai Oktober nanti.[Dedi Junaedi]


















