Nuku’alofa, Gontornews – Letusan Gunung Berapi dan Tsunami yang menerjang Negara Tonga, Ahad (16/1) kemarin telah menyebabkan korban jiwa dan kerugian materi. Saat ini, negara yang berada di Barat Daya Samudra Pasifik menantikan bantuan.
Ketua Parlemen, Lord Fakafanua dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di media social mengatakan, saat ini Tonga sangat membutuhkan bantuan berupa air minum dan makanan. Banyak korban jiwa yang berjatuhan dan hingga kini belum diketahui jumlahnya, demikian juga kerugian materi akibat letusan gunung bawah laut tersebut.
“Hingga saat ini komunikasi masih terputus dan kerugian nyawa dan harta benda saat ini masih belum diketahui. Yang kami tahu adalah bahwa Tonga membutuhkan bantuan segera untuk menyediakan air minum dan makanan segar bagi warganya,” katanya.
Palang Merah dan Forum Kepulauan Pasifik telah menawarkan bantuannya dan mengatakan siap membantu korban bencana yang mereka digambarkan sebagai “bencana alam sekali dalam satu milenium”.
“Dalam beberapa jam dan hari mendatang kita akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang situasi di Tonga, serta Benua Pasifik Biru lainnya,” kata Sekretaris Jenderal kelompok itu, Henry Puna dalam sebuah pernyataan.
Menteri Pasifik Australia, Zed Seselja juga mengatakan, untuk laporan awal menunjukkan tidak ada korban massal dan bahwa bandara masih dalam kondisi yang relatif baik, “Tetapi ada kerusakan signifikan pada jalan dan jembatan,” katanya.
Hari ini, Senin (17/1) Australia dan Selandia Baru mengirim penerbangan pengintai untuk menilai kerusakan yang terjadi di Tonga dan mereka berkoordinasi dengan Amerika Serikat, Prancis, dan negara-negara lain dalam tanggapan kemanusiaan.
Sementara itu, Pusat Penasihat Abu Vulkanik, Darwin mengatakan gunung berapi itu meletus pada pukul 22:10 GMT pada hari Minggu kemarin, dengan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengatakan telah mendeteksi gelombang besar di daerah itu. “Ini mungkin dari ledakan lain gunung berapi Tonga, tidak ada gempa bumi yang diketahui dengan ukuran signifikan untuk menghasilkan gelombang ini.” Jelasnya.
Diketahui bahwa Efek letusan gunu berapi terasa di seluruh Pasifik, di negara-negara kepulauan lain seperti Fiji, di mana video yang dibagikan di media sosial merekam suara ledakan letusan baik di Amerika Utara dan Selatan.
Gunung berapi itu meledak dalam letusan besar, para peneliti mengatakan bahwa ledakan tersebut ledakan terbesar sejak Pinatubo di Filipina pada tahun 1991 di mana memicu tsunami dan menyelimuti negara kepulauan Pasifik itu dengan abu vulkanik.[Devi]






















