Khartoum, Gontornews — Pasukan keamanan Sudan menembakkan gas air mata dan tembakan kepada para demonstran yang memprotes pembunuhan lima orang, termasuk empat siswa, pada hari Senin (29/7).
Mereka memenuhi jalan-jalan di ibukota, Khartoum, pada hari Selasa untuk mengecam serangan itu, yang terjadi setelah para remaja di kota El-Obeid bersatu menentang kekurangan bahan bakar dan roti.
Foto yang diposting di media sosial menunjukkan pasukan keamanan berusaha membubarkan demonstrasi.
Aljazeera yang melaporkan dari Addis Ababa, Ethiopia, mengatakan ada kekhawatiran bahwa protes terbaru itu bisa berubah menjadi kekerasan.
“Kami telah mendengar dari sumber medis di kota Omdurman, yang merupakan kota kembar dari ibukota Khartoum, serta rumah sakit bahwa ada beberapa pengunjuk rasa yang mengalami luka tembak,” katanya.
“Ada laporan cedera lain akibat tembakan gas air mata serta karena ditabrak Pasukan Dukungan Cepat (RSF) di beberapa bagian Khartoum.”
Sementara itu, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, kepala TMC, mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa pembunuhan di kota El-Obeid “tidak dapat dibenarkan”.
“Apa yang terjadi di El-Obeid sangat disesalkan dan mengecewakan. Pembunuhan warga yang damai tidak dapat diterima dan ditolak,” katanya seperti dikutip oleh kantor berita resmi SUNA.
Para pengunjuk rasa menuduh RSF, dipimpin oleh wakil Jenderal al-Burhan Mohamed Hamdan Dagalo, menembak mati lima remaja itu. [RM]




















