Idlib, Gontornews — Sebanyak 16 warga sipil, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam pemboman di Provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak di Suriah barat laut, demikian kelompok monitoring melaporkan.
Di Khan Sheikhun, sebuah kota di provinsi selatan, serangan udara pada hari Senin menewaskan tujuh orang, termasuk dua wanita dan seorang anak, Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan.
Observatorium yang berbasis di Inggris itu mengatakan, serangan itu dilakukan oleh salah satu pesawat Suriah atau Rusia.
Di bagian yang lebih utara di provinsi ini, tujuh orang, termasuk empat wanita dan dua anak, tewas dalam pembombardiran di Kafr Takharim.
Serangan itu juga menghantam tiga bangunan tempat tinggal, bangunan pemerintah daerah, dan stadion, tak lama setelah lewat tengah malam, koresponden AFP melaporkan dari kota itu.
Di pagi hari, petugas penyelamat masih berusaha untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan puing-puing.
“Rumah adik saya berdiri di sini. Dia dan putrinya bersama dengan keluarga lain tewas,” kata Abu Mohammad kepada AFP.
“Tidak ada pangkalan militer di sini. Semua posisi militer di luar kota,” paparnya.
Seorang pria lain dan seorang wanita tewas dalam serangan roket di kota terdekat Kafr Awid.
Provinsi Idlib dikuasai oleh pasukan Conquest, aliansi kelompok pemberontak dan kelompok bersenjata lainnya termasuk Front Fateh al-Sham, yang mengubah namanya dari Front al-Nusra setelah memisahkan diri dari al-Qaeda.
Menurut Observatorium, pemboman intensif dalam beberapa hari terakhir telah membuat provinsi di barat laut itu babak belur.
Sejak Kamis, pemboman telah menewaskan 44 warga sipil, termasuk 11 perempuan, sembilan anak, dan satu orang regu penyelamat. [Rusdiono Mukri]




















