Vatikan, Gontornews – Pemimpin Katolik tertinggi, Paus Fransikus, mengecam kekerasan dan kekejaman yang terjadi pada warga minoritas Rohingya. Pope Francis, sapaan akrabnya, menyebut penyebab penyiksaan yang dilakukan terhadap minoritas Rohingya terjadi karena mereka ingin mempertahankan islam sebagai agamanya.
“Mereka telah menderita selama bertahun-tahun, mereka disiksa, dibunuh hanya karena mereka ingin hidup sesuai dengan ajaran dan keyakinan Islam yang mereka,” ungkap Pope sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (8/2).
“Mereka dikeluarkan (diusir) dari Myanmar, pindah dari satu tempat ke tempat lain karena tidak ada yang menginginkan mereka (hidup). Mereka adalah orang-orang yang baik, orang-orang yang damai. Mereka bukan kristen, mereka orang baik dan mereka adalah saudara-saudara kita,” tambah pria asal Argentina tersebut.
Sebelumnya, Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi berjanji akan menyelediki laporan komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi manusia, Zeid Ra’ad Al-Hussein yang diterimanya terkait kekerasan di Rohingya.
Myanmar sendiri membantah semua tuduhan pelanggaran Ham terhadap muslim di Rohingya. Oleh karenanya, Paus diharapkan hadir untuk mengunjungi negara mayoritas masyarakat beragama budha tersebut akhir tahun ini.
Dalam laporannya, PBB mengutip seorang saksi yang mengatakan telah terjadi pembunuhan kepada bayi, balita, anak-anak, wanita dan orang tua.
“Pembunuhan bayi, balita, anak-anak, wanita dan orang tua. Meningkatnya jumlah pengungsi, pembakaran sejumlah desa, penahanan besar-besaran, pemerkosaan besar-besaran dan kekerasan seksual serta penghancuran sumber makanan dengan sengaja,” papar saksi dalam laporan tersebut. [Mohamad Deny Irawan]





















