Cox’s Bazar, Gontornews — Para pejabat tinggi PBB telah mendesak masyarakat internasional untuk tidak melupakan penderitaan para pengungsi Rohingya di Bangladesh. Mereka juga menyerukan dukungan global untuk memastikan pengungsi Rohingya aman dan secara sukarela kembali ke Myanmar.
Berbicara kepada wartawan setelah kunjungan ke kamp-kamp pengungsi di Cox’s Bazar Bangladesh pada hari Jumat (26/4), Mark Lowcock, wakil sekretaris jenderal PBB untuk urusan kemanusiaan, mengatakan badan itu berusaha mengumpulkan hampir satu miliar dolar untuk membantu para pengungsi Rohingya.
Lebih dari 700 ribu anggota minoritas yang dianiaya melarikan diri dari Myanmar menyusul tindakan keras militer yang brutal dalam menanggapi serangan oleh kelompok bersenjata Rohingya.
Lebih dari 1,2 juta Rohingya sekarang tinggal di kamp-kamp pengungsi yang penuh sesak dan jorok di Bangladesh tenggara.
Lowcock mengatakan, eksodus besar para pengungsi Rohingya yang tiba di Cox’s Bazar “menyebabkan berbagai masalah”.
“Pesan utama kami: jangan lupakan Rohingya, jangan lupakan kedermawanan orang-orang dan lembaga-lembaga dan pemerintah Bangladesh, dan bermurah hati dalam mendukung Rohingya dan Bangladesh,” katanya dikutip Aljazeera.
Sementara itu Filippo Grandi, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, yang menemani Lowcock, mengatakan krisis pengungsi Rohingya seharusnya tidak berubah menjadi “krisis yang terlupakan”.
“Ini tetap salah satu krisis pengungsi terbesar di dunia,” kata Grandi. [Rusdiono Mukri]





















