New York, Gontornews — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Kamis (20/07/2023) menyatakan rasa solidaritasnya kepada komunitas Muslim di seluruh dunia. Guterres juga mengutuk tindakan intoleransi, kekerasan dan Islamopobia yang memperburuk ketegangan dan berkontribusi pada diskriminasi maupun radikalisasi di seluruh dunia.
Aksi pembakaran Al-Qur’an oleh Salwan Momika di halaman masjid raya Stockholm Swedia pada hari raya Idul Adha menjadi topik pembicaraan utama PBB. Sejumlah negara-negara Muslim di dunia bahkan mengutuk tindakan Momika sebagai tindakan intoleransi, kekerasan dan Islamopobia.
Guterres menambahkan PBB berencana untuk mengajukan Resolusi Dewan Hak Asasi Manusia tentang perlawanan terhadap kebencian agama. PBB menganggap kebencian terhadap agama merupakan hasutan untuk melakukan tindakan diskriminatif serta mendorong permusuhan atau kekerasan.
Secara tegas, Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Rabu (12/07/2023), mengutuk aksi pembakaran Al-Qur’an meski banyak negara Barat menentang resolusi tersebut. Anadolu menjelaskan bahwa resolusi tersebut menyerukan kecaman atas serangan yang menargetkan Al-Qur’an serta menggambarkan aksi itu sebagai tindakan kebencian agama.
“Yang kita butuhkan adalah saling menghormati. Saya pikir kita sudah sangat jelas bahwa penodaan terhadap kitab suci, penodaan tempat ibadah adalah tindakan yang tidak dapat diterima,” kata Jurubicara PBB, Stephane Dujarric, Kamis.
Dujarric pun meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Ia mengungkap, sepanjang sejarah, tindakan kebencian terhadap agama telah digunakan sebagai bagian dari provokasi. Untuk itu, Dujarric menyatakan setiap orang harus menghormati agama masing-masing, menahan diri dari aksi main hakim sendiri dan menghindari segala bentuk tindak kekerasan. [Mohamad Deny Irawan]



















