Jakarta, Gontornews – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, mengatakan jika partainya menolak usulan Presiden Jokowi untuk menjadikan dana haji sebagai dana infrastruktur. Menurutnya, dana tersebut adalah dana umat Islam yang berasal dari dana simpanan maupun cicilan Ongkos Naik Haji.
“Dana yang kini jumlahnya melebihi 80 triliun itu seyogianya di samping untuk membiayai perjalanan haji, dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat Islam seperti membangun rumah sakit dan sarana kesehatan,” ungkap Yusril Ihza Mahendra, Jumat (28/7).
Menurut Yusril, usulan Presiden Jokowi tersebut didasari sulitnya menghimpun dana pembangunan infrastruktur dari para investor. Maka tidak heran, sejumlah sektor keuangan seperti dana haji misalnya dijadikan target investor bagi sejumlah proyek infrastruktur.
“Pemerintah makin sulit mencari pinjaman baru, sehingga dana haji umat Islam mau digunakan,” katanya.
Lebih lanjut, Yusril menjelaskan bahwa selama ini dana haji digunakan untuk membeli sukuk dan surat utang negara, yang semuanya adalah hutang negara.
Yusril meminta pemerintah menjelaskan sedetail-detailnya penggunaan dana haji dan melakukan dialog dengan DPR, MUI serta perwakilan ormas Islam sebelum memutuskan untuk pembangunan infrastruktur. Meski demikian, PBB memastikan untuk menolak usulan tersebut
“Sebagai partai berasas Islam, PBB tegas menolak penggunaan dana tersebut secara sepihak, apalagi tanpa perhitungan dan kompensasi yang jelas kepada umat Islam yang memiliki dana itu,” pungkas Yusril. [Mohamad Deny Irawan]





















