Aarey, Gontornews — Pengadilan Tinggi India akhirnya menghentikan penebangan ribuan pohon di Kota Aarey. Keputusan tersebut tiba setelah terjadi protes besar atas mega proyek yang mengharuskan ribuan pohon ditebang.
Dikutip lama Aljazeera, mega proyek pembuatan kreta bawah tanah oleh Pemerintah India mengharuskan menebang sebanyak 2.700 pohon di wilayab Aarey, yang merupakan kota besar dengan pencemaran tertinggi di dunia.
Penebangan ribuan pohon tersebut mendapatkan protes bukan hanya dari warga sekitar namun juga dari masyarakat Bollywood lantaran dianggap dapat mengancam paru-paru kota.
Kepolisian setempat mengatakan, dalam aksi protes yang menentang penebangan pohon oleh pemerintah, lebih dari dua puluh aktivis ditahan. “Namun saat ini sudah dibebaskan tanpa jaminan, ” jelas kepolisian.
Selain itu, Parta Shiv Sena yang merupakan sekutu lokal terkuat Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa milik Perdana Menteri Narendra Modi, telah mengkritik pemerintah nasional atas penebangan tersebut.
Menurut mereka, proyek kereta bawah tanah telah mendapatkan kritikan tajam dan memicu debat nasional, yaitu diantara konservasi atau kebutuhan untuk pembangunan.
Setelah sidang darurat yang menjadi tuntutan para aktivis, Mahkamah Agung mengatakan tidak ada lagi pohon di pinggiran Aarey yang akan ditebang hingga sidang pengadilan berikutnya pada 21 Oktober mendatang.
Akibat aksi protes, Polisi telah membarikade semua titik akses ke Aarey, dan menghentikan aktivis dan jurnalis untuk memasuki daerah tersebut.
Aktivis lingkungan, Puja Damadia mengatakan kepada AFP bahwa setelah keputusan itu diturunkan, warga melaporkan bahwa mereka masih mendengar suara gergaji mesin, yang menandakan bahwa pohon-pohon masih ditebang.
“Kami tidak bisa masuk ke dalam untuk memeriksa informasi. Polisi Mumbai belum mengizinkan kami mengorganisir protes di mana pun, meskipun telah memperoleh izin sebelumnya,” katanya.[Devi Lusianawati]



















