Yerusalem, Gontornews — Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang telah membantunya mengakhiri krisis di Marawi, Pulau Mindanao, Filipina Selatan.
Dalam kunjungannya ke Yerusalem, Duterte mengatakan kepada Netanyahu pada hari Senin (3/9), konflik di Marawi, Pulau Mindanao, akan terus berlanjut jika tidak ada bantuan peralatan canggih dari Israel.
Namun dia tidak merinci lebih jauh peralatan canggih yang dimaksud.
Ini adalah pertama kalinya Duterte mengakui adanya bantuan Israel dalam mengakhiri konflik Marawi pada tahun 2017.
“Tuan Perdana Menteri, saya hanya bisa berterima kasih banyak kepada Anda terutama pada bantuan Anda di saat negara kami sangat membutuhkannya,” kata Duterte seperti dikutip Aljazeera.
“Bantuan yang Anda berikan sangat penting dalam memenangkan perang.”
Pengepungan Marawi terjadi pada Mei – Oktober 2017, ketika para pejuang yang berafiliasi kepada Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) atau ISIS mengambil alih kota Marawi.
Pertempuran itu menewaskan lebih dari 1.000 pejuang pemberontak, tentara dan warga sipil, serta menelantarkan ratusan ribu warga.
Kunjungan Duterte ke Israel itu merupakan kunjungan pertama oleh presiden Filipina sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1957. [Rusdiono Mukri]






















