Islamabad, Gontornews — Rencana kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, ke Pakistan dipastikan akan dimanfaatkan betul oleh Pemerintah Pakistan. Hal ini diamini oleh Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi.
Keduanya juga memastikan akan ada perbaikan hubungan yang signifikan antara kedua belah pihak.
Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat melalui Pentagon berencana untuk menghentikan bantuan dana keamanan senilai 300 juta dolar AS atau setara dengan 4,4 triliun rupiah.
Uang tersebut merupakan bagian dari strategi Amerika Serikat di Afghanistan. Sayangnya, Pemerintah Amerika menyayangkan langkah Pakistan yang disebut menjadikan negaranya sebagai tempat persembunyian sejumlah petinggi Taliban.
“Pada tanggal 5 (September), Pompeo akan datang dan kami memiliki kesempatan untuk duduk bersama (untuk membicarakan masalah bantuan keamanan). Akan ada pertukaran,” kata Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi, kepada Reuters.
“Kami akan saling menghormati satu sama lain dan melangkah maju,” tambah Qureshi.
Qureshi menjelaskan bahwa uang senilai 300 juta dolar AS tersebut bukan merupakan bantuan dari Amerika Serikat melainkan uang pengganti yang telah dikeluarkan Pakistan dalam mendukung kepentingan Amerika Serikat di Pakistan.
“Itu bukan bantuan yang ditangguhkan. Ini uang yang telah kami habiskan. Ini uang kami. Kami telah menghabiskan (uang tersebut),” ungkap Qureshi.
“Kami melakukannya untuk kebaikan kami, sehingga mereka harus mengganti uang tersebut,” jelas Qureshi.
Rencananya, kedatangan Pompeo ke Pakistan akan didampingi oleh Jenderal Joseph Dunford untuk berunding dengan para pemimpin Pakistan. [Mohamad Deny Irawan]



















