Tripoli, Gontornews — Menyusul konflik yang terjadi di Libya, perusahaan media sosial dunia, Facebook, memutuskan untuk memblokir seluruh akses Facebook di Libya dan kota-kota di sekitar Libya, Selasa (4/9), yang terindikasi terjadi pertempuran antara dua kelompok bersenjata.
Reuters melansir bahwa Facebook menjadi media sosial utama yang digunakan para penjabat, kementerian terkait dan kelompok-kelompok bersenjata di Libya. Sejumlah warga dikabarkan mengeluhkan pemblokiran ini sembari memindahkan setiap postingan ke laman media sosial lainnya yaitu twitter.
Sebagaimana diketahui, di Libya tengah terjadi konflik dualisme kekuasaan antara pemerintah Libya yang berkedudukan di Tripoli dan kelompok pesaing yang berdiam di Tobruk.
Konflik ini telah terjadi sejak pemimpin karismatik Libya, Muammar Qaddafi tewas pada tahun 2011 silam. Jika kelompok di Tripoli mendapatkan dukungan dari PBB, maka kelompok di Tobruk mendapatkan dukungan dari NATO.
Hingga proses pemblokiran dijalankan pada Selasa (4/9) waktu setempat, belum ada pejabat yang memberikan keterangan terkait hal ini.
Sementara itu, LPTIC Libya, perusahaan komunikasi milik Libya mengatakan bahwa sebab pemblokiran facebook adalah keamanan. Selama ini, otoritas keamanan di Libya memang mengontrol beberapa akses web yang dikelola perusahaan dalam negeri secara efektif dan mendapatkan dukungan dari kelompok pemerintah yang sah di Tripoli.
Kegiatan jurnalistik pun kabarnya mengalami kendala karena sejumlah wartawan yang berasal dari beberapa media nasional mengalami ancaman dari kelompok bersenjata atau pejabat yang tidak senang dengan pemberitaan yang kritis. [Mohamad Deny Irawan]




















