Banyumas, Gontornews — Para pengasuh pesantren putri se-Banyumas mencanangkan menggiatkan lahirnya santripreneur.
Hal itu disampaikan dalam acara halaqoh optimalisasi penguatan ekonomi pesantren yang diselenggarakan oleh Rabithoh Ma’ahidil Islamiyah (RMI) Putri PC RMI NU Kabupaten Banyumas, di Aula Ponpes Miftahul Huda Pesawahan, Rawalo.
Ketua Koordinator RMI Putri Banyumas, Durrotun Nafisah mengatakan RMI putri sendiri adalah wadah baru di dalam kepengurusan RMI NU yang keberadaannya telah diamanatkan Muktamar NU di Lampung.
“Seiring berjalannya waktu, dan semakin banyak aspirasi akan adanya wadah khusus bagi perempuan pesantren di dalam RMI, mengingat ada banyak isu pesantren terkait perempuan yang sebaiknya dikelola oleh para perempuan,” jelasnya dirilis Tribunbanyumas.com, Selasa (1/3/2022).
Dalam kegiatan tersebut, RMI Putri mengundang lulusan pesantren sekaligus pengelola pesantren yang telah sukses menancapkan bisnisnya di kancah nasional maupun internasional, yaitu Ning Ashfa Khairun Nisa.
Dia adalah desaigner dan fashionpreneur yang telah banyak mengikuti even pameran internasional serta pembicara Ning Najhati Sharma, seorang writerpreneur yang memiliki karya novel best seller.
Selain halaqoh, dalam forum ini juga dilaksanakan pelantikan pengurus RMI Putri PC RMI NU Banyumas yang dilakukan oleh Ketua RMI NU Banyumas Dr KH Mohammad Rokib, MAg.
Dalam sambutanya, Dr KH Mohammad Rokib mengatakan bahwa keberadaan perempuan di pesantren sangat signifikan.
“Keberadaan RMI Putri diharapkan menjadi wadah meningkatkan kapasitas pesantren putri dalam berbagai segi,” katanya. [Fath]




















