Khartoum, Gontornews — Menteri Irigasi dan Sumberdaya Air Sudan, Yasser Abbas, pada hari Sabtu (6/2) mengatakan bahwa setiap langkah sepihak untuk mengisi Bendungan Renaisans Ethiopia pada bulan Juli akan menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan nasional Sudan.
Karenanya ia mengusulkan peran mediasi oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, PBB dan Uni Afrika sebagai cara untuk memecahkan kebuntuan dalam pembicaraan tentang bendungan antara Sudan, Mesir dan Ethiopia, kata Abbas kepada Reuters dalam sebuah wawancara.
Ethiopia mulai mengisi waduk setelah hujan musim panas tahun lalu meskipun ada permintaan dari Mesir dan Sudan bahwa mereka harus mencapai kesepakatan yang mengikat tentang operasi bendungan.
Mesir memandang Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) sebagai ancaman utama bagi pasokan air tawar di negaranya. Sebab, lebih dari 90 persen pasokan air tawar di Mesir berasal dari Sungai Nil.
Ethiopia telah membangun bendungan pembangkit listrik tenaga air di Blue Nile, dekat perbatasan dengan Sudan, dan mengatakan bendungan itu penting untuk perkembangan ekonominya.
Nil Biru mengalir ke utara ke Sudan lalu Mesir dan merupakan anak sungai utama Sungai Nil.
“Pengisian Bendungan Renaisans secara sepihak pada Juli mendatang merupakan ancaman langsung bagi keamanan nasional Sudan,” kata Abbas dikutip Arabnews.com. []

















