Amman, Gontornews — Pemerintah Kota Amman, Yordania, memutuskan untuk menghentikan pembanguan drainase utama pencegah banjir, Selasa (29/12). Penghentian terjadi menyusul penemuan situs peninggalan Romawi kuno yang terdapat pada jalur galian drainase utama Kota Amman, ibukota Yordania.
Pemerintah Yordania pun berada dalam kondisi dilematis tentang cara melestarikan peninggalan kuno masa lalu sambil membangun kebutuhan masyarakat modern pada masa mendatang.
Akibat temuan tersebut, pemerintah terpaksa membuat komite untuk memutuskan apakah akan memperluas penggalian situs kuno tersebut atau melanjutkan pembangunan drainase utama antibanjir di Amman.
Sejauh ini, pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan drainase utama pencegah banjir dari perbukitan.
Sejumlah arkeolog menemukan sisa-sisa tungku pemandian milik kota kuno Philadelphia tepat di atas kota Amman.
“Kami akan menyeimbangkan kebutuhan kota, guna melindunginya dari banjir, dengan melestarikan barang antik yang berada tepat di bawah jalan,” kata Departemen Purbakala Yordania, Yazid Elayan, kepada Reuters.
“Amman adalah salah satu kota Romawi terbesar dan memiliki salah satu pemandian terbesar (dari dinasti Romawi). Di mana pun orang menggali di Amman, barang antik dapat ditemukan,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Kota Amman merupakan kota tua dengan peninggalan simbol peradaban Romawi terbanyak. Mulai dari Amphitheatre yang mampu menampung 6.000 penonton hingga air mancur Nymphaeum dan kuil Hercules pada salah satu bukti tertinggi di Amman.
Akan tetapi, infrastruktur yang buruk serta perencanaan kota yang serampangan membuat kondisi peninggalan kuno memburuk. Amman sendiri berdiri di atas sejumlah peradaban kuno seperti Amon, Moab, Romawi, Yunani dan Islam.
Sejumlah pejabat kota telah menyatakan keprihatinannya terhadap penghentian pembangunan drainase utama pencegah banjir tersebut. Mereka berdalih penundaan pembangunan drainase dapat menaikkan permukaan air di Amman Tengah serta membanjiri wilayah tersebut selama musim dingin.
Dalam beberapa waktu terakhir, Amman menjelma menjadi sebuah kota terbesar di Timur Tengah. Meningkatnya angka pengungsi akibat konflik Arab-Israel serta kekacauan regional menjadi faktor penyebab berubahnya kota berpenduduk 4 juta orang itu menjadi kota metropolitan. [Mohamad Deny Irawan]






















