Bogor, Gontornews — Institut Agama Islam Tazkia berencana untuk memperkuat hubungan kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Dalam pertemuan tersebut, Rektor IAI Tazkia, Murniati memaparkan sejumlah kegiatan Tazkia yang terkait dengan pelatihan UMKM.
Murniati juga menyampaikan kegiatan-kegiatan Tazkia yang cukup masif untuk melatih para UMKM agar siap menghadapi perkembangan regulasi yang dinamis. Bahkan Halal Center Tazkia juga terus memberikan pelatihan dan pendampingan kepada ratusan UMKM di Jabodetabek, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Timur hingga Nusa Tenggara Barat. Di samping itu Halal Center Tazkia juga aktif mendampingi para UMKM hingga sertifikat halal terbit.
Pada kesempatan ini pula, Murniati dan jajaran Tazkia menyampaikan keluh kesah sebagai lembaga pendamping serta kendala dalam mendampingi para UMKM untuk sertifikasi halal pada saat ini. Masalah utama sertifikasi halal bagi UMKM adalah biaya audit LPH yang terbilang cukup tinggi bagi para UMKM.
Subandriyah menjelaskan bahwa proses sertifikasi halal yang jajarannya proses masih berada dalam masa pengalihan. Namun, rancangan standar harga bagi pengajuan sertifikasi halal telah selesai disusun. Dengan demikian, BPJPH berharap hal tersebut dapat membantu dan mempermudah proses sertifikasi halal bagi UMKM.
Karena itu, Subandriyah mengapresiasi langkah Halal Center Tazkia yang aktif dan masif dalam menyebarkan informasi serta pengetahuan tentang halal. BPJPH, lanjut Subandriyah, meminta Halal Center Tazkia terus mengupayakan pengembangan legalitas dengan menjadi Lembaga Penjamin Halal (LPH) guna mendukung sertifikasi halal bagi UMKM secara langsung.
Selain Koordinator bidang Jaminan Produk Halal, Subandriyah dan Rektor IAI Tazkia, Dr Murniati Mukhlisin, dari jajaran BPJPH hadir Analis Kerjasama Lintas Sektor, Ari Setianingsih, Analis Kerjasama Luar Negeri, Tessa Filzana Sari. Sementara dari jajaran IAI Tazkia hadir pula Direktur LPPM Tazkia, Nurizal Ismail, Direktur Halal Center, Indra, penyedia dan pendamping halal dari Halal Center Tazkia. [Mohamad Deny Irawan]





















