pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 2 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nusantara

Permintaan Besek Naik 300%

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
3 August 2019
in Nusantara
0
Permintaan Besek Naik 300%

Majalengka, Gontornews — Permintaan pasar akan besek atau dikenal juga dengan sebutan pipitik meningkat hingga lebih dari 300 persen sejak bulan lalu.

Permintaan ini datang kepada bandar besek di Pasar Anyaman Rajagaluh, Kecamatan Rajagaluh, dan bandar di Desa Heuleut, Kecamatan Leuwimunding.

Bahkan pesanan besek, menurut laporan Pikiran Rakyat,  datang dari berbagai wilayah namun tidak bisa dipenuhi seluruhnya karena minimnya perajin kempluk di daerah. Ini karena sebelumnya kempluk dihargai murah sehingga pembuatannya hanya menjadi sampingan dari pekerjaan para petani.

Menurut keterangan sejumlah pedagang seperti disampaikan Anas (33), Kasma (75), dan Keye (65), pesanan besek datang hampir setiap hari dari berbagai daerah seperti Jakarta dan Bandung serta Indramayu. Permintaan tiba-tiba naik sejak sebulan yang lalu hingga beratus kali lipat karena adanya informasi plastik dianggap tidak ramah lingkungan sehingga kembali ke bambu. Sayangnya permintaan pasar tidak sebanding dengan barang yang diproduksi.

BACA JUGA

Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Anas mengaku perngiriman barang lebih banyak ke Bandung ke Pasir Koja. Minggu ini dia barus aja mengirim barang sebanyak 20.000. Minggu ini ada pesanan dari DKI Jakarta melalui temannya, hanya belum bisa dipenuhi saluruhnya. “Saya sekarang sedang berusaha mengumpulkan barang dari beberapa pedagang lain agar pesanan bisa dipenuhi. Biar laba sedikit asal barang cepat laku,” ungkap Anas.

Keye, pemilik kios barang anyaman di Pasar Anyaman Rajagaluh Lor mengatakan suplai ke pasar kini kurang karena perajin kurang. “Saya juga akan mengirim ke Indramayu dan Jakarta masih kurang, karenanya pengiriman ditambah boboko (bakul) dan hihid (kipas) yang penting mobil penuh,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Kasma pengepul di Desa Heuleut, menurutnya setiap hari pemesan barang berdatangan atau melalui sambungan telpon. Seorang konsumen ada yang memesan barang beragam ukuran paling sedikit 1.000 hingga 6.000 pasang. Malah ada yang minta hingga 15.000 pasang.

Kasma menampung seluruh barang dari para perajin, hasil pengumpulannya di beli oleh para pedagang lain untuk dikirim ke berbagai daerah. Ada juga yang pembeli langsung dari Bandung dan Bekasi.

“Saya sudah berusaha menaikan harga kepada para perajin untuk memenuhi permintaan pasar, tapi ya susah mereka sekarang sedang ke sawah, ada yang panen ada yang mulai tanam lagi,” kata kasma.

Ada empat ukuran besek atau kempluk yang dijual Kasma, untuk ukuran 18 cm di jual seharga Rp 7500  isi 5 pasang atau istilah perajin saguruntul, sedangkan dia membeli dari perajin seharga Rp 6.500 per lima pasang, untuk ukuran 16 cm dijual seharga Rp 6000 per lima pasang, ukuran ukuran 14 cm dijual seharga Rp 4.500 per lima pasang dan ukuran 10 cm dijual seharga Rp  3.500 per lima pasang.

“Pangaos tos ditaekeun tiap guruntulna Rp 1.000 supados nu nganyam karerersaeun ngadamel, tapi da usum ka sawah janten angger we produksina sakitu,” ungkap Kasma yang tinggal di Blok Kilalawang, RT 01/06, Desa Heuleut, Kecamatan Leuwimunding.

Menurutnya penjualan yang paling laku untuk saat ini adalah ukuran 16 cm dan 14 cm yang katanya untuk wadah daging kurban. Anas berpendapat, minimnya perajin ini akibat harga barang yang terlalu murah serta barang bambu tergerus oleh barang plastik. Barang plastik lebih mudah didapat dan dianggap bisa lebih bersih dipergunakan.

Dulu menurut Fatimah dan Fatonah, perajin anyaman di sana, besek digunakan untuk wadah nasi ketika hajatan baik perayaan nikah, sunatan ataupun hajat orang meninggal 7 harian dan peringatan 40 hari,  biasa menggunakan tipluk sebagai tempat nasi dan lauk pauknya. Demikian juga untuk wadah bumbu dapur.“Sekarang semua menggunakan plastik,” kata Fatimah.

Menurut mereka menjadi perajin anyaman juga tidak bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Makanya membuat anyaman hanya pekerjaan sampingan yang dikerjakan setelah pulang dari sawah atau saat malam hari usai salat Magrib dan Isa. “Kalau ke sawah setengah hari upah perempuan bisa Rp 50.000, kalau nganyam paling Rp 10.000,” ungkapnya.

Disampaikan Kasma, Fatimah dan Fatonah serta pedagang lainnya, bahan baku mambu tali masih mudah diperoleh di Pasar Rajagaluh, malah bisa membeli di tetangga yang menyediakan mambu. Hanya saja harganya malah dan pembuatannya lama.

“Satu bambu tali harganya Rp 10.000, satu bambu paling diperoleh hanya  5 guruntul besek dengan harga jual masing-masing Rp 4.500. Jadi upah kerja dan laba hanya sekitar Rp 12.500. Sehari walaupun khusus mengerjakan belum tentu bisa memperoleh 10 guruntul, karena ada proses ngahua, membuang hinis babu,” ungkap Kasma.

Kasma mengatakan sebetulnya pesanan kempluk ini tidak hanya datang dari pasar regional, namun juga dari Singapuran dan Belanda. Kedua negara tersebut pernah melakukan ekspor selama kurang lebih lima tahun terakhir dilakukan 2008.

Pengiriman barang dilakukan setiap 3 bulan sekali hingga akhirnya dihentikan oleh pemesan karena kecewa dengan kualitas barang yang semakin turun. “Dulu itu kan barangnya harus benar-benar bagus, ada pembakaran dan bambu juga halus. Belakangan karena pesanan banyak, akhirnya untuk mengejar target kualitas barang di turunkan, namun akhirnya berhenti dengan alasan barang kurang sesuai,” ungkap Kasma.

Dia tidak mengetahui untuk apa penggunaanya. Hanya bagi pasar Bandung diantaranya dimanfaatkan untuk tempat makanan, tempat anak burung, dan telur semut bagi pecinta burung atau penggemar mancing. “Ayeuna aya nu mesen 200 guruntul nembe kacumponan 100 guruntul,” ungkap Kasma.

Di Kecamatan Leuwimunding, Kecamatan Rajagaluh serta Kecamatan Palasah dan Sindang dan Sindangwangi banyak perajin bambu namun tidak semua perajin membuat besek. Setiap wilayah berbeda-beda. Ada yang membuat bakul, nyiru, ayakan, dingkul, said, dan sebagainya. Pembuat bakulpun untuk soko (kaki terbuat dari bambu) berbeda perajin. Ada yang khusus membuat kaki, ada yang untuk lingkaran nyiru, serta anyaman bakulnya.

“Tiap wilayah beda kerajinannya, kalau kempluk ya dari Desa Heuleut, bakul dari Desa Trajaya, hihid beda lagi,” kata Keye.[pr/dj]

Tags: BesekMajalengka
Share28Tweet17Send
Previous Post

Budidayakan Mangrove di Torosiaje

Next Post

Pinbas MUI Jatim Gelar Panen Perdana Bawang Putih

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

27 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result