Bogor, Gontornews — Pesantren Annur Darunnajah 8 Cidokom melaksanakan Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Upacara dimulai Pukul 07.00 WIB tepat, dihadiri oleh Bapak Pimpinan, seluruh santriwan dan santriwati, dan juga asatidzah (Para Dewan Guru) Jum’at,(17/08).
Bapak Pimpinan Pondok Pesantren KH. Hadiyanto Arief SH, M.Bs yang bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Dalam sambutannya Bapak Pimpinan berpesan:
“73 Tahun lalu adalah sebuah momentum yang akan selalu dikenang. Rebublik Indonesia adalah karunia yang tidak didapatkan dengan mudah, perlu perjuangan untuk menggapai kata “MERDEKA”.
“Kita merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah dengan perjuangan dan darah para syuhada. Hal yang lebih membanggakan yang perlu kita ingat adalah mayoritas para pejuang yang mengorbankan jiwa dan raga terinspirasi dengan lafaz “Takbir”. Dengan kebesaran Allah, para Ulama, Kyai, dan para Santrilah yang memekikkan Takbir, “ALLAHU AKBAR”.
“Ini adalah sebuah kebanggaan yang harus kita syukuri,k ita harus berfikir bagaimana mensyukuri itu dengan bukan hanya sekedar mengibarkan bendera Merah Putih. Karena itu hanya sekedar formalitas. Kita harus berfikir bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini, dengan mencari potensi apa yang bisa digerakkan dan mengisi kemerdekaan ini sehingga bangsa ini bisa lebih tegak dan bisa terlihat lebih mandiri dihadapan bangsa-bangsa lain”.
“Penjajahan tidak berhenti ketika kita mengatakan kemerdekaan, karena penjajahan itu bukan lagi berbentuk senjata, tank, bom, tetapi penjajahan berbentuk Impralisme, Kolonialisme, Ekonomi, merebut Sumber Daya Alam Bangsa Indonesia yang melimpah, merebut dana, Uang Rakyat yang bisa dirampok bersama”.
“Inilah tugas pemimpin bangsa, tugas para santri yang Insha Allah suatu hari nanti akan memimpin bangsa ini, tentu saja dengan semangat Takbir, membesarkan nama Allah SWT lii’laai kalimatillaahi“. Tugas kita sebagai santri adalah menjadi kader-kader pemimpin, Muttafaqieh Fiddiin. Pahlawan tidak hanya Soekarno dan Hatta, tapi masih banyak lagi pahlawan-pahlawan yang telah merelakan tidak hanya harta benda, tetapi juga merelakan nyawa mereka, keluarga mereka demi Negara ini”.
Usai Upacara bendera, para santriwan dan santriwati pun langsung bergegas guna mengikuti aneka macam perlombaan yang telah disiapkan oleh Panitia 17 Agustus kali ini. (Al Hafidh/Rama/Karina/Regina)





















